Kamis, 26 April 2012

TEKS NASKAH NEGARA KERTAGAMA

TEKS NASKAH NAGARAKERTAGAMA

Naskah Nagarakertagama atau Desawarnana ini adalah sebuah kakawin Jawa Kuno, sebagai tanda penghormatan dan pengagungan terhadap Sri Rajasanagara (Hayam Wuruk, meninggal 1389), raja Kerajaan Majapahit, penerus Dinasti Rajasa yang mulai dari Raja Kerajaan Singasari (Tumapel), Sri Ranggah Rajasa Sang Amurwahbumi (1182-1927M).

Ditulis oleh Mpu Prapanca pada tahun saka 1287 (1365 M). Nagara Kertagama menggambarkan tata Hukum, Administrasi, Keberadaan atau eksitensi dan aturan agama Budha di dalam kerajaan Majapahit, Tesk naskah asli dan penerjemahan dalam dua bahasa yaitu Indonesia dan Inggris, kalau ada bahan mungkin 3 juga dengan bahasa Belanda, Bahasa Indonesia mengikuti aturan terjemahan yang dibuat Prof DR Slamet Mulyana, dan Bahasa Inggris atas hasil penerjemahan Theodor Pigeaud, “14Java in the 14th Century. A Study in Cultural History”, 5 vols., The Hague 1960-1963.

Terjemahan Theodor Pigeuaud sudah dibandingkan juga dengan edisi penerjemahan terbaru I Ketut Riana, “Kakawin Desa Warnnana uthawi Nagara Krtagama, Masa Keemasan Majapahit”, Jakarta: Kompas 2009, dan terjemahan baru oleh Stuart Robson, Desawarnana (Nagarakrtagama) by Mpu Prapanca (Verhandelingen van het Koninklijk Instituut vor Taal-, Land- en Volkenkunde, 169), Leiden 1995.

Pupuh 1-7

The royal family of Majapahit with Rajasanagara as the ruler of this Empire is presented.
Pigeaud 1, pp. 3-6; Ketut Riana, pp. 51-72. - Pigeaud 3, pp. 3-8; Robson, pp. 25-28

Bahasa Indonesia
Bahasa Belanda

Pupuh 8-12

The capital Majapahit.
Pigeaud 1, pp. 7-10; Ketut Riana, pp. 74-94. - Pigeaud 3, pp. 9-15; Robson, pp. 29-33.

Bahasa Indonesia
Bahasa Belanda

Pupuh 13-16

The tributaries and neigbours of Majapahit, with their dues are listet. Also the duties and responsibilities of the emissaries, who belong to the ecclesiastical officers of Majapahit, are explained.
Pigeaud 1, pp. 11-13; Ketut Riana, pp. 96-110. - Pigeaud 3, pp. 16-19; Robson, pp. 33-35.

Bahasa Indonesia
Bahasa Belanda

Pupuh 17-38

The Royal Progress of 1359, from Majapahit through the eastern destricts of Java, and back to Singasari.
Pigeaud 1, pp. 14-28; Ketut Riana, pp. 110-196. - Pigeaud 3, pp. 20-42; Robson, pp. 35-51.

Bahasa Indonesia
Bahasa Belanda

Pupuh 39-49

he Kings of the house of Rajasa from 1182 till 1343 and their religious domains are described.
Pigeaud 1, pp. 29-36; Ketut Riana, pp. 196-248. - Pigeaud 3, pp. 43-55; Robson, pp. 51-60.

Bahasa Indonesia
Bahasa Belanda

Pupuh 50-54

The royal chase in the neighbourhood of Singasari.
Pigeaud 1, pp. 37-40; Ketut Riana, pp. 249-73. - Pigeaud 3, pp. 56-62; Robson, pp. 60-64.

Bahasa Indonesia
Bahasa Belanda

Pupuh 55-60

Royal progress of 1359: The experiences of the prince and his return with the other princes of javanese royal families, from Singasari to Majapahit.
Pigeaud 1, pp. 41-45; Ketut Riana, pp. 274-300. - Pigeaud 3, pp. 63-69; Robson, pp. 64-68.

Bahasa Indonesia
Bahasa Belanda

Pupuh 61-62

THE ROYAL PROGRESSES OF 1360 AND 1361 to Tirib, Sömpur and Blitar.
Pigeaud 1, pp. 46-47; Ketut Riana, pp. 301-06. - Pigeaud 3, pp. 70-71; Robson, pp. 68-69.

Bahasa Indonesia
Bahasa Belanda

Pupuh 63-69

Description of the posthumous ceremony in 1362, celebrated in honour of the Rajapatni.
Pigeaud 1, pp. 48-53; Ketut Riana, pp. 309-40. - Pigeaud 3, pp. 72-81; Robson, pp. 68-76.

Bahasa Indonesia
Bahasa Belanda

Pupuh 70
THE ROYAL PROGRESS OF 1363 from Majapahit to Simping and back.
Pigeaud 1, pp. 54; Ketut Riana, pp. 341-43. - Pigeaud 3, pp. 82; Robson, p. 76.

Bahasa Indonesia
Bahasa Belanda

Pupuh 71-72

After the dead of Gajah Mada in 1364, the Princes′ conference decides about the new officials.
Pigeaud 1, pp. 55-56; Ketut Riana, pp. 344-53. - Pigeaud 3, pp. 83-85; Robson, pp. 76-78.

Bahasa Indonesia
Bahasa Belanda

Pupuh  73-78
LIST OF DOMAINS belonging to the Royal Family and to religious communities.
Pigeaud 1, pp. 57-60; Ketut Riana, pp. 354-74. - Pigeaud 3, pp. 86-91; Robson, pp. 78-81.

Bahasa Indonesia
Bahasa Belanda

Pupuh 79-82

The organisation of the clergy and the royal family is described.
Pigeaud 1, pp. 61-63; Ketut Riana, pp. 375-92. - Pigeaud 3, pp. 92-96; Robson, pp. 82-84.

Bahasa Indonesia
Bahasa Belanda

Pupuh 83-91

THE ANNUAL COURT FESTIVAL IN MAJAPAHIT.
Pigeaud 1, pp. 64-71; Ketut Riana, pp. 394-439. - Pigeaud 3, pp. 97-109; Robson, pp. 84-92.

Bahasa Indonesia
Bahasa Belanda

Pupuh 92-98

The poetically narrated tale about the Empire of Majapahit concludes with a glorification of the king in 1365.
Pigeaud 1, pp. 72-75; Ketut Riana, pp. 440-457. - Pigeaud 3, pp. 110-114; Robson, pp. 92-98.

Bahasa Indonesia
Bahasa Belanda



Daftar Pustaka


Salam Damai Negeriku, Salam Sejahtera Nusantaraku,
Wassam

Penulis



6 komentar:

  1. yg pake bahasa indonesia ada gak yaaa....soale kalo pake bahaa inggeris gak pahaamm hihihih

    BalasHapus
  2. Luar biasa ... upaya yang menginspirasi. Terima kasih

    BalasHapus
  3. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  4. Kejayaan bangsa nusantara sebelum penjajah masuk merusak semua tatanan yang ada.. luar biasa bangsa nusantara bangsa yang bermartabat adil dan makmur.

    BalasHapus
  5. Kejayaan bangsa nusantara sebelum penjajah masuk merusak semua tatanan yang ada.. luar biasa bangsa nusantara bangsa yang bermartabat adil dan makmur.

    BalasHapus

Komentarlah dengan baik dan sopan. Pasti akan dibalas oleh pemilik. Mohon jangan mengandung unsur kasar dan sara, mari berbagi pengetahuan, silakan kritik karena kritik itu membangun dan membuat sesuatu menjadi lebih baik

Creative Commons License
MENGUAK TABIR SEJARAH NUSANTARA by Ejang Hadian Ridwan is licensed under a Creative Commons Attribution 3.0 Unported License.
Based on a work at menguaktabirsejarah.blogspot.com.
Permissions beyond the scope of this license may be available at http://menguaktabirsejarah.blogspot.com.