Senin, 26 Maret 2012

Bagian IV akhir teori perang bubat

TEORI PERANG BUBAT
Bagian IV Akhir dan Kesimpulan
Perang Bubat ini pasti perang yang sangat heroik dan pastinya penuh dengan cerita kepahlawanan bagi kedua belah pihak (kalau asumsinya benar-benar terjadi), karena bukti prasati peninggalan jaman itu tidak pernah dibahas mengenai kepahlawanan perang Bubat, logikanya jika itu terjadi pasti didirikan monumen bersejarah bagi kedua belah pihak, karena peristiwa ini tidak mungkin terlupakan dalam sejarah kebangsaan.
Pasukan tentara Majapahit akan bertempur dengan strategi-strategi jitu, sedangkan Sunda Galuh selain strategi, mereka juga mengandalkan jumlah besarnya. Walaupun pada akhirnya kalah dan pasti ada yang menyerah, pasukan majapahit pasti tidak akan menerima, soalnya ini mengadopsi dari kebijakan perang Genghis Khan, apa lagi posisi musuh menyerang duluan logikanya harus dibantai habis memang kalau kita ada dalam emosi perang seperti itu. Kejadian terbalik kalau pasukan Majapahit berada dalam posisi terdesak, pasti pasukan Majapahit gantian yang akan dibantai habis.
Tapi mungkin yang lebih mengena adalah sifat kepahlawanan dari pasukan tentara Sunda Galuh sendiri, yang tidak mengenal kata menyerah, mereka melakukan perang seperti model perang Puputan di Bali yaitu perang sampai habis-habisan, dengan semangat perang luar biasa yaitu sampai raga berkalang tanah alias gugur sebagai pahlawan perang, bunga bangsa yang semerbak harum mewangi.

Tentunya semangat kepahlawanan ini yang sangat membanggakan dan membuat siapa pun terharu, termasuk pihak lawan, dan tradisi perang biasanya punya tradisi penghormatan luar biasa bagi pihak lawannya yang gugur. Itulah gambaran raja Hayam Wuruk yang merasa terharu oleh kondisi perang semacam itu, melihat kepahlawanan dari seluruh prajurit yang gugur termasuk seluruh keluarga raja dan para bangsawan, deskrifsi alternatif dari kisah sentimentil yang disodorkan oleh kitab-kitab itu.
Beda halnya kalau raja Sunda Galuh melarikan diri dari peperangan, tentunya ini akan mencedrai nilai kepahlawanan itu. Perang sampai titik darah penghabisan ini akan menjadi kebanggan pula bagi seluruh masyarakat kerajaan Sunda Galuh pada waktu itu. Kalah memang, tapi kalah secara terhormat dan membanggakan, tidak tercela, sungguh elok dan semestinya tidak ada alasan bagi mereka merasa terhina atau pun malu. Mereka akan dikenang sebagai para patriot pembela tanah airnya.
Kalau metoda perang sampai paripurna oleh pasukan Majapahit diterapkan, yang kemungkinan besar semua kerajaan-kerajaan di nusantara diperlakukan hal yang sama juga oleh cara-cara seperti ini yaitu perang total sampai tuntas, totalitas, bersih, dan diteror dengan cara yang serupa yaitu habisi dengan sempurna. Itu juga, sekali lagi kalau sudah dalam situasi perang, yaitu bagi mereka yang menyatakan tidak bersedia tunduk dan mengakui kerajaan Majapahit sebagai kerajaan yang memegang kendali atas mereka, sehingga dengan begitu itu pula dalam waktu singkat dan cepat, yang menyebabkan kerajaan-kerajaan di wilayah nusantara bisa disatukan dan ditaklukan.
Apa yang dilakukan raja Sunda Galuh bersama pasukan tentaranya adalah hal wajar dan mencirikan para kesatria sejati, karena mereka mencoba mempertahankan diri kerajaannya dengan melakukan penyerangan duluan, teori serangan dadakan, daripada mereka diserang duluan, tapi salah perhitungan dan tidak didukung atau dibarengi dengan pengalaman perang pasukan yang sepadan.
Pada akhirnya meraka harus mengakui kekalahan itu. Sang Banginda Maharaja Sunda Galuh beserta dengan seluruh pasukan tentara dan pengikut kerajaan menjadi para pahlawan yang gugur dengan gagah berani, mengadapi resiko kematian tak bersisa sebagai hasil akhir dalam peperangan tersebut.

Gajah Mada terkenal mempunyai pasukan elit intelejen yang bernama Bayangkara, dalam kitab Pararaton, yang telah telatih dan terdidik mendekati sempurna, informasi penyerangan kerajaan Sunda Galuh seperti ini itu pasti akan sudah mereka terima sebelumnya dan sudah pasti dipersiapkan antisifasinya, walaupun dengan sumber daya parjurit seadanya, tidak utuh.
Mahapatih Gajah mada, raja Hayam Wuruk dan pasukan militernya harus bekerja keras dan dengan berbagai strategi yang brilian untuk menghadapi jumlah musuh yg begitu besar, walaupun kemenangan diraih tapi jumlah pasukan yang selamat dipihak Majapahit sendiri mungkin hanya tinggal beberapa ribu atau puluh ribu orang saja pastinya, sangat berkurang jauh.
Setelah perang Bubat, pasukan Kerajaan Majapahit tidak memobilisasi pasukan besar ke pusat kerajaan Sunda Galuh setelah kemenangan itu, itu dikarenakan secara hitung-hitungan, kerajaan Sunda Galuh bukan lagi kekuatan yang bisa menghadang dimasa yang akan datang dan mereka juga perlu waktu untuk memulihkan kondisi akibat yang ditimbulkan oleh perang besar tersebut.
Kitab Kidung Sunda menyatakan Gajah Mada moksa (menghilang ditelan bumi dengan cara-cara mistis, gaib) setelah kejadian perang Bubat, tetapi pernyataan lain dalam Negara Kertagama tentang akhir hayat Gajah Mada yaitu karena usianya sudah uzhur, usia lanjut. Sudah waktunya Gajah Mada posisinya digantikan orang lain, dan menikmati masa-masa tua, dan dalam diri Gajah Mada sendiri sudah merasa cukup, apa yang dia usahakan yang terakhir dengan mengalahkan pasukan besar tentara kerajaan Sunda Galuh artinya seluruh nusantara dapat ditaklukan, seungguh merupakan perjalanan penaklukan yang sempurna.
Mahapatih Gajah Mada berusia 71 tahun ketika selesai menjabat sebagai Mahapatih di kerajaan Majapahit, dari tahun 1313 M semenjak dia menjabat patih di kerajaan Kediri, bawahan kerajaan Majapahit sampai dengan tahun 1364 M, terhitung 51 tahun masa menjabatnya, ditambah dia sudah menjabat prajurit senior sebagai pemimpin pasukan Bayangkara, asumsi katakanlah 25 tahun berarti kisaran usianya sekitar 76 tahun, usia yang wajar sekiranya Gajah Mada tutup usia, atau Gajah Mada dengan umur seperti sudah menjadi manusia lanjut usia (red - aki-aki rempong), wajar seandainya mengambil pensiun dan menikmati hidup, apalagi cita-cita dan pengabdian besarnya sudah dirasa cukup.
Hayam Wuruk kalau merujuk tahun perang Bubat dari kitab Pararaton yaitu tahun 1357 M, maka disesuaikan dengan masa menjabat Sri Rajasanegara alias Hayam Wuruk yang lahir 1334 M dan dinobatkan menjadi raja dari tahun 1350 sampai dengan tahun 1389 M. Dihitung dari tahun kelahiran maka usia Hayam Wuruk ketika perang Bubat adalah 23 tahun dan usia seperti itu untuk seorang raja tentunya Hayam Wuruk sudah mempunyai pramesuri. 
Teori rencana pernikahan putri kerajaan Sunda Galuh, Dyah Pitaloka, kayanya mubazhir, karena Sang Baginda Maharaja Linggabuana raja Sunda Galuh pasti tidak akan mau dan menyetujui anaknya menjadi selir, alhasil tidak menurunkan ahli waris kerajaan Majapahit, sebagai putera mahkota.
Cerita perang Bubat dalam artikel ini, berbeda dengan kondisi cerita-cerita yang beredar secara umum. Perang antara rombongan para pengantar calon penganten puteri dari kerajaan Sunda Galuh untuk raja Majapahit, Hayam Wuruk. Ini hanyalah analisa atas keberadaan kitab Kidung Sunda dan kitab Pararaton yang dianggap sebagai referensi untuk kejadian atau peristiwa perang Bubat.

Kitab Kidung Sunda itu sendiri, seperti halnya kitab Pararaton, Kidung Sundayana dan Wangsekerta harus dipastikan ke absyahannya terlebih dahulu, kebenaran dari kandungan ceritanya. Soalnya ini masalah sejarah, jangan hanya terjebak dan terpaku kepada cerita sepihak anak manusia, sekelompok orang atau pihak tertentu yang punya kepentingan tidak baik bagi kehidupan bangsa Indonesia.

Resikonya, untuk jalan sejarah selanjutnya, cerita yang masih diragukan kebenarannya itu malah dianggap sebagai kebenaran umum, artinya kita akan salah kaprah. Riset-riset sejarah dari pemerintah Indonesia sendirilah yang harusnya bertanggung jawab meluruskan kebenaran sejarah ini, mungkin dengan membentuk Dewan atau Mahkamah Sejarah Nasional, wadah untuk menjustifikasi kebenaran sejarah bangsa Indonesia, walaupun parakteknya tidaklah akan mudah, tetapi tidak ada salahnya dicoba dibentuk.

Apa yang penulis ceritakan, hanya berdasar asumi yaitu jika perang itu benar-benar terjadi, silakan masing-masing pembaca yang budiman untuk menganalisa sendiri kitab Kidung Sunda dan kitab Pararaton. Logika-logika dan kondisi-kondisi realistiklah, yang menjadi dasar bagi si penulis mengajukan topik ini.

Satu hal yang jadi pertanyaan besar dalam kidung Sunda ini, pengarangnya tidak menyebut nama jelas prameswari dan puteri raja Sunda Galuh yaitu Citraresmi atau Dyah Pitaloka, bahkan nama raja Sunda Galuh pun pada waktu itu juga tidak disebut. Logikanya orang yang mengarang kitab (buku) Kidung Sunda adalah orang yag terbatas pengetahuannya tentang sejarah itu sendiri, atau ini hanyalah fiksi dari cerita-cerita sebelumnya. Nama puteri Citraresmi alias Dyah Pitaloka sendiri hanya ada di kitab Pararaton, kitab yang dianggap sementara benar oleh masyarakat umum, walau sebenarnya sebagian isinya dalam kitab Pararaton ini juga masih banyak terdapat keanehan-keanehan dan kebenarnya sama-sama harus diteliti, dibuktikan dan diuji lagi bagian-bagian yang mengandung fakta sejarahnya.

Akhir kata, Sri Rajasa Sang Amurwabhumi alias Ken Arok, Sri Kertanegara, Mahapatih Gajah Mada dan Sri Rajasanegara alias Hayam Wuruk adalah para penganut pola dan metoda Jenghis khan, Sang penakluk dalam menjalankan ekspansi kekuasaannya, yang diterapkan sesuai kehidupan ditataran tanah Jawa dan nusantara pada pencapaian lebih jauh.

Kitab Negara Kertagama juga menggambarkan perang antara kerajaan Majapahit dengan kerajaan di Bali dengan akhir skor 1-0, artinya seluruh tentara kerajaan Bali pada waktu itu terbantai habis. Inilah bukti diantaranya bahwa mereka menganut pola Jenghis Khan.

Masalah perang Bubat, bukanlah sesuatu yang harus dibesar-besarkan karena justifikasi sejarah belum ada yang meyakinkan, masih memperebutkan pepesan kosong, tidak ada hasilnya, tetapi kalau itupun benar terjadi, banyak sekali pelajaran yang bisa diambil. Kesimpulan penulis akan gugur dengan sendirinya jika terdapat bukti-bukti yang syah bahwa memang perang Bubat ini terjadi.

Sekiranya hal ini terjadi, semoga semua pihak harus lapang dada menerima sesuatu yang terjadi dikehidupan masa lampau umat manusia, karena itulah jalan dan taqdir ILLAHI.

Salam Damai Negeriku Salam Sejahtera Nusantaraku

Wassalam

penulis
Referensi :
  1. Http://www.kalangsunda.net/
  2. Wikipedia Indonesia, Kidung Sunda Versi bhs, SundaKidung Sunda Versi bhs, Indonesia
  3. Genghis Khan, Sang Penakluk, Sam Djang
  4. Genghis Khan, Badai Tengah Padang, Sam Djang
  5. Gajah Mada Seri I,II,III,IV, Langit Kresna Heriadi
  6.  Manusia-manusia paling misterius di Indonesia, Anton WP

90 komentar:

  1. Dari dulu kerajaan sunda tidak pernah ditaklukkan kerajaan lain. lihat saja waktu jaman prabu kertanegara (raja singasari) dia melakukan ekpedisa pamalayu ke sumatra tapi tidak menyarang kerajaan sunda. karana kerajaan sunda kerajaan yang kuat dan bersatu. berbeda dengan di jawa yang sering terjadi peperarangan. Lihat saja bagaimana Ken Arok melakukan kudeta berdarah sebelum mendirikan kerajaan singasari. kemudian lihat raja singasari terakhir yaitu kertanegara tewas oleh jaya katwang dari kediri. kemudian jaya katwang sendiri tewas oleh raden wijaya yang kemudian mendirikan kerajaan majapahit. Jaman majapahit sendiri banyak konflik dan intrik. Dari Ra kuti, pemberontakan rangga lawe, perang paregreg dll.
    Ini semua berbeda dengan di kerajaan sunda. Ynag sejak jaman salaka negara, taruma negara, hingga berubah nama menjadi kerajaan sunda -galuh dan kemudian menjadi pajajaran semua berlangsung damai. dan masih dari satu garis keturunan yang sama. Lihat saja peninggalan pelabahan sunda kelapa. Itu sudah ada sejak abad ke 3 m dan merupakan pelabuhan kerajaan taruma negara. leluhur kerajaan pajajaran.

    BalasHapus
    Balasan
    1. siapa bilang, buktinya pernah takluk oleh Sriwijaya. dan bahasa sunda pun masih ada unsur melayu seperti dua, urang, dll. Itu tanda bahwa tanah pasundan pernah tunduk oleh negeri dari Swarnadwipa(sumatra)

      Hapus
    2. gak pernah baca yah.. lembu tal dari singosari dulu dikawinkan dengan putra mahkota sunda galuh
      anaknya ya raden wijaya itu.. raden wijay dibawah ibunya balik ke singosari karena sang raja sunda galuh meninggal dan digantikan adiknya.. sementara situasi politik tidak aman, maka balik ke singosari.. jikapun raden wijaya mau.. dialah yang berhak menggantikan jadi raja di sunda galuh.. makanya baca sejarah..

      Hapus
    3. dari jaman taruma negara kerajaan dibagi dua, satu jadi mataram hindu dan satunya lagi sunda, mataram hindu sejak jaman empu sindok memindahkan daerah kerajaan ke jawa timur dengan nama kerajaan medang kemulan, yang merupakan cikal bakal kerajaan panjalu, daha, kediri sampai singosari dan majapahit.. makanya telisik lebih dalam sejarah

      Hapus
    4. Emang lembu tal homosex mau sama laku-laki.????
      Maka nya baca kitab nagarakretagama pupuh 46-48.
      Nagara kretagama kitab resmi majapahit ditulis pada jaman hayamwuruk.
      Kitab rayja ii bumi ditulis 300 thn kemudian dan diragukan kebenaran nys.

      Hapus
    5. .susilo bambang yudoyoNO = NO - TO - NO - GO - RO ... seharusnya dalam sumpah JANCOK gajah mada itu di perjelas kalau pemimpin yg bernama NO - TO - NO - GO - RO (belakangnya NO - TO - NO - GO - RO) itu cuma pemimpin yg nyengsarain rakyat dan penampung para koruptor ... TOH PADA KENYATAANNYA MAJAPAHIT RUNTUH KARNA SALING MEMBUNUH KARNA INGIN KEKUASAAN PADAHAL MEREKA ITU KELUARGA SESAMA ORANG JOWO...

      Hapus
    6. anda boleh saja membagakan suku sunda tapi faktanya orang jawa dari dulu sampe skr adalah pemimpin negeri ini. Ini bukti bahwa Jawa lebih hebat. Di tanah sunda ada cerita ttg kerajaan ini kerajaan itu tapi mana buktinya, di tanah sunda hampir tidak ada candi dan prasasti sebagai bukti kebesaran di masa lalu. yang ada hanya naska-naska kuno yang lebih mirip sebuah fiksi ketimbang fakta dan penulisnyapun tak jelas siapa.

      Hapus
    7. Siapa bilang sunda tidak pernah ditaklukan orang, ada dua kerajaan yang menjajah sunda pertama adalah Sriwijaya dan Mataram Islam di masa Sultan Agung. Tidak ada bukti sedikitpun bahwa kerajaan sunda itu kuat, orang sunda dari dulu sampe skr tidak pergi kemana-mana hanya muter-muter aja di jawa bagian barat.

      Hapus
    8. Dasar Picik/Licik.. Sudah jelas perjalanan Kerajaan Galuh itu untuk acara pernikahan bukan untuk berperang.. jadi ya tidak bawa senjata.

      eh malah diserang di lapangan Bubat.. ini namanya Licik, picik menipu. Gajah Mada Licik

      Hapus
    9. Setahu saya kerajaan mataram dan sriwijaya itu ada setelah kerajaan sunda galuh dan majapahit berdiri. Tolong baca lagi sejarah silsilah masa kerajaan. Kerajaan pertama di jawa itu adalah kerajaan SalakaNagara lalu TarumaNagara, yang letaknya di JAWA BARAT. Majapahit adalah keturunannya, jadi peradaban sunda sudah lebih dulu dibanding jawa. Kalau mengenai bahasa yg mirip, bukan berarti pernah takluk, tapi bisa karena hubungan diplomasi antar kerajaan, asimilasi budaya selama ratusan tahun, sehingga bbrp kata ada yg mirip.

      Hapus
  2. Nampaknya jaman sekarang mah,ga bakalan dech dibikin monumennya, kan peristiwa Bubat (believe or not) merupakan aib bagi "Majapahit". he he he . . . peace ah !

    BalasHapus
    Balasan
    1. aib bagaimana, justru itu kebanggaan. kalau aib tidak akan masuk ke situs sebesar wikipedia.
      mungkin yang aib itu sunda galuh, demi politik menjodohkan putri Dyah Pitaloka dengan Prabu Hayam Wuruk.

      Hapus
    2. saya kiranya lebih setuju kepada penulis web ini, memang kayaknya ada perang besar, terlalu memalukan bila majapahit membantai secuil orang sunda... lah wong orang majapahit itu dulu sakti sakti.. hahahaha... sudah terimalah sejarah masa lampau kita sudah ada indonesia, jangan berpikir picik dan sempit.... bahkan sejarah bandung itu dulu juga diperintah orang mataram isalam dibawah sultan agung... bagaimana kalian bilang sunda tidak pernah takluk.. sudahlah men kita indonesia.. itu sudah sejarah lampau.. piss wassalam

      Hapus
    3. .susilo bambang yudoyoNO = NO - TO - NO - GO - RO ... seharusnya dalam sumpah JANCOK gajah mada itu di perjelas kalau pemimpin yg bernama NO - TO - NO - GO - RO (belakangnya NO - TO - NO - GO - RO) itu cuma pemimpin yg nyengsarain rakyat dan penampung para koruptor ... TOH PADA KENYATAANNYA MAJAPAHIT RUNTUH KARNA SALING MEMBUNUH KARNA INGIN KEKUASAAN PADAHAL MEREKA ITU KELUARGA SESAMA ORANG JOWO...

      Hapus
  3. Menarik analisis di atas. Tp, ada yg terlupakan dlm analisis tsb. Bahwa kerajaan Sunda adalah satu-satunya kerajaan di bumi Jawa yg tdk takluk di bawah Majapahit. Dua kali Gajah Mada mengirimkan bala tentaranya utk menaklukan Sunda. Dan kedua misi itu hancur & gagal total. Kerajaan Sunda bukanlah kerajaan yg damai tanpa peperangan. Di tatar Parahiyanganpun terjadi pergolakan. antara lain kerajaan Tanjung Singkuruh yg mencoba mengalahkan dominasi kerajaan Pajajaran. Artinya Sunda mempunya tentara yg kuat, walaupun Sunda tdk pernah melakukan invasi keluar tatar Parahiyangan. Bukti bahwa Sunda tdk pernah takluk oleh Majapahit, adalah tdk adanya Prasasti yg menyebutkan takluknya Sunda oleh Majapahit. Juga tdk adanya pengaruh Majapahit pd struktur bangunan Sunda, baik itu candi atau bangunan lainnya. Ciri khas pengaruh bangunan Majapahit antara lain bangunan yg terbuat dr batu bata merah. Mungkin krn sejarah Sunda yg gelap, krn jarang sekali referensi yg menguak sejarah Sunda itu sendiri.

    BalasHapus
    Balasan
    1. SATUJU BOS....ini yang bikin analisis kayaknya fans majapahit.
      kerajaan sunda tuch gk gila kekuasaan...soalnya banyak bersyukur. apalagi ketika pemerintahan prabu siliwangi . pemerintahannya terkenal ampe eropa sana pada zamannya.

      Hapus
    2. bos, itu bukan besukur, tapi gak punya kekuatan untuk taklukin kerajaan lain. jaman sriwijaya aja takluk oleh sriwijaya kok.

      Hapus
    3. raja kerajaan sriwijaya asalnya dari mana sih

      Hapus
    4. itulah orang sunda yang tidak bisa berlapang dada... kalian dulu tuh juga dibawah mataramnya sultan agung, terbukti dengan gelar adipati yang yang diangkat oleh sultan agung.. sudahlah berbesarhatilah kita satu indonesia.. jangan terpecah belah.. kan jaman dulu kerajaan berperang udah wajar

      Hapus
    5. ya karena kerajaan sunda kurang memperhatikan budaya tulis.. hehe piss.. lihatlah orang majapahit sampai mataram islam dan kerajaanpenerusnya pasti ada kidung yang merupakan budaya ulis secara turun temurun..

      Hapus
    6. orang jawa itu licik n picik boss, yaa apapun bisa terjadi,..susilo bambang yudoyoNO = NO - TO - NO - GO - RO ... seharusnya dalam sumpah JANCOK gajah mada itu di perjelas kalau pemimpin yg bernama NO - TO - NO - GO - RO (belakangnya NO - TO - NO - GO - RO) itu cuma pemimpin yg nyengsarain rakyat dan penampung para koruptor ... TOH PADA KENYATAANNYA MAJAPAHIT RUNTUH KARNA SALING MEMBUNUH KARNA INGIN KEKUASAAN PADAHAL MEREKA ITU KELUARGA SESAMA ORANG JOWO...

      Hapus
    7. Jelas aja tidak ada pengaruh Majapahit pada candi sunda, lha wong di sunda sendiri hampir tidak ada candi. di sunda candi cuma satu kecil lagi di daerah garut sementara di Jateng dan Jatim candi banyak sekali dan ini simbol betapa majunya peradaban jawa di masa lalu. Sementara sunda memble...

      Hapus
    8. Ngga pernah baca sejarah ya?
      tuh liat situs gunung padang usianya 13ribu tahun yang lalu. Candi2 di jawa usianya masih ratusan tahun.
      Berarti teknologi kebudayaan di tatar Sunda sudah jauh lebih maju

      Hapus
  4. lalu perang Bubat sendiri dimana sebenarnya? Saya pernah denger kata Bobad dari bahasa Indramayu yg artinya Bohong, apa mungkin perang bohong ini terjadi di Indramayu bagian timur itu? Ya siapa tahu...

    BalasHapus
    Balasan
    1. manurut info itu di Jawa Timur.nah itu yg ga jelas, soalnya nama kotanya udah jadi Babat.

      Hapus
    2. .susilo bambang yudoyoNO = NO - TO - NO - GO - RO ... seharusnya dalam sumpah JANCOK gajah mada itu di perjelas kalau pemimpin yg bernama NO - TO - NO - GO - RO (belakangnya NO - TO - NO - GO - RO) itu cuma pemimpin yg nyengsarain rakyat dan penampung para koruptor ... TOH PADA KENYATAANNYA MAJAPAHIT RUNTUH KARNA SALING MEMBUNUH KARNA INGIN KEKUASAAN PADAHAL MEREKA ITU KELUARGA SESAMA ORANG JOWO...

      Hapus
    3. KITA RIBUT PERANG BUBAT, hari gini?
      lah beberapa tokohnya aja (saya pernah baca beberapa buku sejarah) masih di ragukan eksistensinya. saya juga bingung kenapa catatan kerajaan majapahit tdk ada di negeri sebrang .mohon maaf, permisi...Indonesia Jaya !!

      Hapus
  5. klo gua gk salah baca...pernah ada blog yg bilang kalo kerajaan cikal bakal majapahit. salah satunya raja pendiri kerajaan tersebut adalah saudara dari kerajaan sunda. yang kalah ketika adu ayam (baca legenda ciung wanara) klo gk salah....maaf coz aye lahir tahun 1980 an.hehehe

    BalasHapus
  6. Ini termasuk versi baru dari yang pernah saya baca sebelum nya kawan.. terutama mengenai perbedaan jumlah rombongan yang akan menuju ke majapahit. (Rombongan nganten.. vs rombongan nganten dan armada perang..?!?)
    Saya tau situs Karang Kamulyan, saya tau Kawali.., Panjalu, dll karena memang saya asli orang Ciamis, tepatnya Banjar Patroman.
    Perang Bubat tetap menjadi sebuah misteri.
    Terima kasih

    BalasHapus
  7. Cerita sejarah yang kurang difahami, Perang bubat bukan perang kekuasaan, disitu terjadi kesalahfahaman yang awalnya datang dari kerajaan majapahit sendiri, yaitu Hayam wuruk ingin menjadikan Dyah pitaloka anak raja sunda galuh yaitu Raja Linggabuana sebagai permaisurinya,namun patih gajah mada tidak setuju dengan hal ini dengan alasan bahwa kerajaan galuh masih ada pertalian saudara dengan majapahit, yaitu dari raden wijaya yang merupakan menantu dari raja sunda kawali (silahkan baca ulang sejarah,karena sesungguhnya semua raja dijawa adalah keturunan raja sunda galuh),setelah mendengar para penasihatnya tidak setuju Raja hayam wuruk yang kala itu masih muda jatuh sakit dan banyak merenung, melihat hal ini para mentri dan penasihat kerajaan akhirnya menyetujui niatan Raja hayam wuruk, hingga dikirimlah utusan untuk melamar dyah pitaloka ke galuh (ciamis), dsnipun terjadi kesalahfahaman, karena raja hayam wuruk menginginkan perkawinan diadakan dikerajaan majapahit, tentu saja ini melanggar etika perkawinan karena seharusnya pihak majapahitlah sebagai laki laki yang datang ke kerajaan galuh untuk melangsungkan perkawinan, akhirnya pulanglah utusan membawa berita tsb ke majapahit, dsnilah terjadi perdebatan antara gajahmada dan para penasihat hayam wuruk,yang akhirnya gajahmada hanya menurut, alkisah, singkat cerita karena terdorong dengan alasan menolak pinangan raja adalah tidak baik untuk citra kerajaan, maka raja galuh mengalah untuk datang ke majapahit, mendengar kabar seperti itu majapahit gempita dan bersuka cita,maka disiapkanlah acara untuk perkawinan raja,,maka diaturlah sebagian pengawal kerajaan diposisikan dilingkungan kerajaan dan sebagian kecil diposisikan sebagai penyambut raja sunda dilapangan Bubat (lapangan tempat berlatihnya pasukan majapahit) maka datanglah rombongan kecil kerajaan galuh yang hanya dikawal oleh para mentri dan pengawal istana, dan disambutlah mereka oleh para pengawal kerajaan yang dipimpin oleh gajah mada, dan dibuatlah kemah kecil untuk tempat tinggal raja galuh sementara dilapangan bubat, dsnilah awal raja galuh dan penasihatnya merasa aneh dengan sikap gajahmada, suatu hal yang tidak lumrah apabila rombongan kerajaan tinggal disebuah kemah, (ternyata hal ini diketahui oleh hayam wuruk), maka gajah mada beralasan untuk keamanan kerajaan, sebelum terjadi perkawinan, Mahapatih Gajahmada meminta persetujuan raja supaya datangnya kerajaan sunda dianggap sebagai penyatuan kerajaan sunda dengan majaphit, pada awalnya hayam wuruk tidak setuju karena hal itu takut dianggap sebagai penghinaan, tpi berkat bujuk rayu keluarganya akhirnya hayam wuruk setuju, akhirnya datanglah utusan ke kemah raja sunda, yang membawa kabar bahwa kedatangannya kemajapahit dianggap sebagai penyerahan diri, mendengar hal ini bukan main marahnya Raja Sunda sehingga dia lari keluar kemah dan berteriak kepada segenap pengawalnya bahwa dirinya telah dijebak, maka sesumbarlah raja dan pengawalnya menantang pasukan gajahmada hingga meletuslah perang yang tidak seimbang, hingga tewslah semua keluarga dan pengawal kerajaan sunda galuh, singkat cerita Raja hayam wuruk marah besar terhadap Gajahmada, setelah kejadian itu Raja hayam wuruk jatuh sakit dan meninggal dan gajah mada diganti, dan mengasingkan diri sampai meninggal ditempat pengasingannya.(SILAHKAN ANDA BACA REFERENSI SEJARAH KEMATIAN HAYAM WURUK DAN GAJAHMADA). Makanya ini disebut aib bagi Majapahi.(sepanjang sejarah, Kerajaan pajajaran tidak pernah tercantum dalam peta Nusantara atau wilayah kekuasaan majapahit) karajaan sunda terbagi 2 yaitu Kerajaan sunda (berpusat dibogor) kerajaan Galuh (berpusat di Kawali panjalu ciamis) yang tewas pada perang bubat adalah Raja Linggabuana, raja galuh ke 20.

    BalasHapus
    Balasan
    1. tidak ada itu tulisan referensi sejelas itu yang dianggap absah... hahaha, kerajaan besar tidak akan sekonol itu mempermalukan diri sendiri...

      Hapus
    2. yang pasti satu-satunya kerajaan yang tidak bisa dikuasai majapahit ya kerajaan sunda, terimalah dengan lapang dada. mataram masuk ke daerah pasundan karena kerajaan pajajaran sudah lemah karena perpecahan, bukan karena kalah perang dengan mataram. itupun dikeroyok pula oleh kerajaan banten, cirebon , dan demak yang semuanya islam. mataram itu justru bersekutu dengan sunda karena ingin menyerang batavia, terimalah itu dengan lapang dada. satu hal lagi, daerah sunda punya bahasa sendiri, artinya tidak pernah ditaklukan kerajaan lain. justru sriwijaya yang dibawah kekuasaan sunda karena raja sriwijaya adalah adik ipar pendiri kerajaan sunda. makanya ada selat sunda bukan selat sriwijaya, terimalah dengan lapang dada. mengenai perang bubat, itu politik gajahmada atas sumpah palapa, karena tidak mampu menguasai makanya dilakukan politik perkawinan. terimalah dengan lapang dada.

      Hapus
    3. Apa sih hebat nya kerajaan sunda? Gak ada prestasi yg membanggakan!!! Kerajaan lemah cuma krn prikemanusian aja ga di rata'in sama majapahit.
      Raja sama tentara nya udh dihabisin di bubat cuma factor kasian kerajaan nya ga di hancurin.

      Hapus
    4. .susilo bambang yudoyoNO = NO - TO - NO - GO - RO ... seharusnya dalam sumpah JANCOK gajah mada itu di perjelas kalau pemimpin yg bernama NO - TO - NO - GO - RO (belakangnya NO - TO - NO - GO - RO) itu cuma pemimpin yg nyengsarain rakyat dan penampung para koruptor ... TOH PADA KENYATAANNYA MAJAPAHIT RUNTUH KARNA SALING MEMBUNUH KARNA INGIN KEKUASAAN PADAHAL MEREKA ITU KELUARGA SESAMA ORANG JOWO...

      Hapus
    5. "Kasihan" kata kamu? Justru di gajah mada dan majapahit udah untung gak dihabisi oleh orang Jipang, dia merengek-rengek minta ampun, kalau gak dibantu oleh kerajaan sunda, udah habis mereka. Baca donk isi Kidung Sundayana yg lengkap.

      Hapus
  8. Gajahmada sebenarnya sudah jatuh cinta pada pandangan pertama pada dyah pitaloka, daripada direbut rajanya mending mati aja sekalian dari pada tiap hari liat kekasih hati digandeng orang terus....ini juga gara-gara gajahmada karena sumpah palapa, coba kalau dia tidak bersumpah seperti itu, tentu dia akan kabur dari majapahit dan menjadi warga kerajaan sunda dan kawin dengan dyah pitaloka....sebenarnya gajahmada sama dyah pitaloka sudah nikah siri, kaya artis dan pejabat jaman sekarang dan para pejabat dikerajaan majapahit tahu jadi dari pada rajanya malu nikah ke janda maka dibuatlah skenario bubat...salah satu keturunannya adalah jadi anggota dewan dari PDIP dyah pitaloka namanya, wajahnya mirip dyah pitaloka juga kali....plliiiiiiisssssss........peace... (gua pusing)

    BalasHapus
  9. blog ngaco,seenak pantatmu.belajar sejarah yang bener.
    rombongan penganten lawan pasukan siap tempur.ya kalah dah.tujuannya aja dah beda.guoblok banget.berapa kali majapahit nyerang kerajaan sunda,namun yang di dapat cuma pulang tinggal nama pasukan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ini namanya orang ngaco ngomong ngaco, orang guoblok ngomongnya pun goublok....heh MUKA PANTAT data sejarah mana Majapahit pernah nyerang Sunda dan tinggal nama pasukan...bener analisa yang bikin blog ini...ngantenan kok 2000 kapal....dasar loe Guoblok....mana otak loe...

      Hapus
    2. .susilo bambang yudoyoNO = NO - TO - NO - GO - RO ... seharusnya dalam sumpah JANCOK gajah mada itu di perjelas kalau pemimpin yg bernama NO - TO - NO - GO - RO (belakangnya NO - TO - NO - GO - RO) itu cuma pemimpin yg nyengsarain rakyat dan penampung para koruptor ... TOH PADA KENYATAANNYA MAJAPAHIT RUNTUH KARNA SALING MEMBUNUH KARNA INGIN KEKUASAAN PADAHAL MEREKA ITU KELUARGA SESAMA ORANG JOWO...

      Hapus
  10. superioritas kesukuan lagi deh...cape gitu loh..jadi gue mesti teriak wow gitu sambil loncat ke jurang...yg ngoment gk pake etika tidur aja gk usah sok tau...

    BalasHapus
  11. analisa perang bubat ini ada banyak versi, setidaknya yang beredar di blog n buku sudah ada 4 versi berbeda, termasuk versi yg ini (yg sy baca yaach).. mana versi yang paling bener, hanya pelaku sejarah yang bisa membuktikan, kita cuma bisa menelaah dari bukti2 ilmiah yang ada. jadi, kita tunggu ajah laahh bukti n analisa sejarah lain.. toh penggalian di trowulan juga masih terus berlanjut, sapa tahu suatu saat nemu kitab2 atau apa pun yg bisa membenarkan salah satu versi perang bubat. cuma, sy setuju ma penulis blog ini, ada upaya adu domba sunda-jawa dr belanda dgn menerbitkan terjemahan kidung ini. bayangkan ajah klo rakyat sunda-jawa dr dl bersatu, belanda wes kabuurr dr tanah jawa lamaa sebelum sumpah pemuda ada... iya kaan...

    BalasHapus
  12. yang nulis blog pro majapahit..,kerajaan pajajaran tdk pernah kalah dri majapahit,..majapahit iti gila kekuasaan, segala cara ditempuh, dihalalkan, akal bulusnya adalah saat menyerang iring-iringan puteri dyah pitaloka (perang), dari pihak puteri dyah pitaloka yg secara notabene-nya jumlah pasukan sedikit (maklum niatnya baik nerima undangan dri majapahit), eh dari kerajaan majapahit menyerangnya,,(perang bubat), daripada harus takluk pada majapahit lebih baik mati (perang sampai titik darah penghabisan),,orang sunda ga sudi di bilang orang jawa!!!!!!!orang sunda mah ramah, sopan, tidak gila kekuasaan.,,

    BalasHapus
    Balasan
    1. emangnya orang jawa sudi dibilang orang sunda!!! sadar kalian itu tinggal di pulau JAWA.

      Hapus
    2. Perang Bubat dan sisi baik buruknya dimanfaatkan penjajah Belanda untuk memecah belah suku, ras, agama, kerajaan yg ada di Jawa khususnya..Jd yg komen dan mempermasalhkan itu bs dibilang udh kena pengaruh penjajah yg mempengaruhi orang2 tua kita doeloe. Sama dg carok di Madura, disengung2kan penjajah dg tujuan yg sama (devide et impera). Mari hilangkan isu ras, suku, agama, tetaplah dlm wadah NKRI :)Kita diadu, yg untung Belanda :)

      Hapus
    3. yang ngasih nama pulau jawa itu yang ngaco, mungkin daripada tidak ada namanya lebih baik dikasih nama dari orang-orang yang paling banyak jadi budak waktu itu.terimalah dengan lapang dada.

      Hapus
    4. lucky,,,baca atuh sejarah dulu bukan pulau jawa tapi paparan sunda....he he.....pulau jawa itu pengkaliman ajisaka orang india yang menurunkan keturannya yang bersuku jawa he he he,,,,

      Hapus
    5. .susilo bambang yudoyoNO = NO - TO - NO - GO - RO ... seharusnya dalam sumpah JANCOK gajah mada itu di perjelas kalau pemimpin yg bernama NO - TO - NO - GO - RO (belakangnya NO - TO - NO - GO - RO) itu cuma pemimpin yg nyengsarain rakyat dan penampung para koruptor ... TOH PADA KENYATAANNYA MAJAPAHIT RUNTUH KARNA SALING MEMBUNUH KARNA INGIN KEKUASAAN PADAHAL MEREKA ITU KELUARGA SESAMA ORANG JOWO...

      Hapus
  13. baiklah sodaraku sekalian kita luruskan lagi pemikiran kita karena kita sebangsa dan setanah air Indonesia...Oke,
    sedikit menyimak dari bahasan tentang perang bubat ini ada beberapa hal penting yang harus lebih dipahami.
    pertama, kerajaan sunda galuh itu berdiri di area yang notabene pegunungan jadi otomatis pasukannya kemungkinan tidak siap untuk bertempur di laut,pantai atau lapangan(area terbuka)mungkin kejadiannya akan lain jika perang bubat itu terjadi di daerah pegunungan dengan vegetasi rapat seperti daerah2 yang jawa barat pada umumnya pasukan sunda akan mudah bersebunyi dan menyerang tiba-tiba dan membuat pasukan majapahit kewalahan...(itu mungkin penyebab utama kekalahan kerajaan sunda galuh)
    kedua, bisa jadi jarang berperang menambah kesulitan seperti yang diungkap penulis dalam artikelnya
    ketiga, posisi geologis area perang bubat saya analisa cukup membuat kelelahan para prajurit sunda.
    keempat,dalam peperangan manapun ketenangan dan strategi terbukti ampuh menggapai kemenangan di banding sekedar jumlah atau persenjataan saja dan sudah barang tentu majapahit lebih unggul karena kuta raja(ibu kota) mereka lebih dekat menimbulkan efek psikologis di daerah lain pun bisa menang apalagi di daerah sendiri sedangkan di pihak sunda sudah cenderung terdorong amarah untuk membumi hanguskan majapahit sehingga besar kemungkinan untuk melakukan kesalahan dalam taktik penyerangan.
    itu analisa saya tentang kekalahan sunda galuh.
    menanggapi masalah sunda tidak pernah dijajah beberapa kemungkinan yang dapat saya sampaikan yaitu :
    1.sunda-galuh adalah kerajaan yang sudah cukup lama berdiri sehingga disegani/di tuakan oleh kerajaan lain.
    2.sifat cinta damai dari kerajaan maupun rakyatnya menyebabkan kerajaan lain malu jika harus mendahului menyerang.menyebabkan ekspedisi pamalayu tidak menyentuh tanah sunda.
    3.kehidupan rakyat yang makmur dengan alamnya yang subur menyebabkan loyalitas pada negara kuat sehingga kalau bukan peperangan sulit untuk dilakukan misalnya propaganda,provokasi dsb.
    4.raja2 sriwijaya itu orang sunda artinya orang sumatra lah yang sebenarnya "terjajah"
    5.pendiri majapahit brawijaya(raden wijaya) adalah trah suku sunda juga jadi akan sangat memalukan sekiranya invasi majapahit sebelum perang bubat menaklukan sunda-galuh karena menyerang tanah leluhur raja majapahit sendiri.
    mengenai masalah peninggalan monumen atau tugu yang tidak ada,saya kira setelah perang bubat berlangsung harus ada gencatan senjata dimana kedua belah pihak tidak lagi mengangkat senjata yang disetujui bersama isinya kira2 dan kurang lebih untuk melupakan kejadian yang telah berlalu. maka, hemat saya tidak perlu ada monumen/tugu karena justru akan mengingatkan kembali tentang peperangan tersebut. kalaulah ada mungkin belum di temukan atau sengaja ditutup-tutupi bahkan disembunyikan oleh pihak-pihak yang ingin agar permusuhan antara suku sunda dan jawa tetap terjadi karena tidak adanya bukti perdamaian antara dua kerajaan.
    sekian yang dapat saya kemukaan,saya yakin perang bubat itu terjadi kalau lah hanya bohong belaka tidak mungkin belanda akan sanggup menjajah nusantara.mari kita jadikan pelajaran yang sangat berharga yankni jika memang benar kita ingin terjajah lagi maka berperanglah dengan bangsa,tetangga kita sendiri...
    hatur nuhun kang ejang...
    hurip sunda!

    BalasHapus
    Balasan
    1. koreksi kang...Brawijaya tu bukan pendiri Majapahit...hehehehe...pendirinya Raden Wijaya.
      kalo Brawijaya tuh raja terakhir majapahit kang.
      Nah kalo emang satu trah knpa juga harus bermusuhan?kesalahpahaman dlm politik zaman dulu tuh wajar, soalnya teknologi informasi tidak secanggih sekarang. mau Jawa, Sunda, Madura, dll yang penting ga bikin rusuh lah.
      maturnuwun

      Hapus
    2. Pendiri Majapahit memang R Wijaya yg bergelar Kertarajasa Jayawardhana. Tp di sisi lain beliaulah yg digelari Prabu Brawijaya I, Jayanegara (Brawijaya II) dst..

      Hapus
    3. sebetulnya memang tidak bermusuhan, tapi sumpah palapa lah yang menjadikan seperti adanya permusuhan. ini ibarat dua sisi mata uang, di satu sisi menyatukan, disisi lain akan membuat permusuhan. menurut saja dengan saling menghargai akan memperkuat persatuan.

      Hapus
    4. .susilo bambang yudoyoNO = NO - TO - NO - GO - RO ... seharusnya dalam sumpah JANCOK gajah mada itu di perjelas kalau pemimpin yg bernama NO - TO - NO - GO - RO (belakangnya NO - TO - NO - GO - RO) itu cuma pemimpin yg nyengsarain rakyat dan penampung para koruptor ... TOH PADA KENYATAANNYA MAJAPAHIT RUNTUH KARNA SALING MEMBUNUH KARNA INGIN KEKUASAAN PADAHAL MEREKA ITU KELUARGA SESAMA ORANG JOWO...

      Hapus
  14. sejauh yang saya tahu pajajaran itu bukan kerajaan tetapi aliansi...namanya saja sudah pa-jajar-an (berjajar/berderet/sejajar) paling tidak ada dua kerajaan besar yang sejaman yaitu galuh beribu kota di kawali(ciamis) dan pakuan pajajaran beribu kota di pakuan pajajaran (sekitar bogor ada yang menyebutkan di area segitiga yaitu gunung gede,gunung pangrango dan gunung salak)kedua kerajaan ini berserikat dan menamakan diri kerajaan sunda.sayangnya bukti kuat dan otentiknya lagi-lagi minim seperti halnya perang bubat kalau ada pasti menarik mempelajari ilmu pemerintahan dari leluhur sendiri bukan dari sejarah barat....

    BalasHapus
  15. Kalau di tarik lebih dalam, masih ada keraguan ke absahan dari sundayana, pararaton dan wangsekerta.Ketiga benda itu saja masih di pertanyakan, lha kok masih ada yg me reply dengan sumber dongeng atau cerita babad.

    Coba lah berfikir logis/kritis seperti penulis,jangan sampai kita telan2 mentah2 cerita yg (mungkin) dikarang belanda yg bertujuan memecah belah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
  16. gajah mada itu asalnya prajurit dr sunda yg sgt cinta pada dyah pitaloka. karena sang ayah dyah pitaloka tak suka pada tingkah gajah mada, maka sang ayah mengusir gajah mada. gajah mada kabur dan tidak tau bagaimana ceritanya menjadi patih di majapahit. ya itu, drpd diambil hayam wuruk, maka gajah mada berpikiran bahwa diah pitaloka lebih baik mati dibunuh karena cinta yg tidak berbalas.

    oh iya. ane pernah denger cerita kalo saat pembentukan kerajaan majapahit itu dihadiri banyak raja2, termasuk raja dr sunda. kl ga salah juga keturunan raja jawa di era majapahit itu banyak dr sunda. contoh dr nama, Hayam Wuruk. Kata Hayam itu berasal dr bahasa Sunda yg berarti Ayam. dan ada suatu sumpah bahwa majapahit dilarang melakukan serangan atau menggangu kerajaan sunda yg sudah dilakukan oleh para raja majapahit sebelum hayam wuruk. namun apa daya karena kisah cinta yg tidak berbalas seorang gajah mada pada dyah pitaloka yg menyebabkan perjanjian itu dilanggar dan terjadilah perang bubat. dan akibat sumpah tersebut dilanggar maka menjadi awal dr kemunduran majapahit.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Baca bukunya aan permana ya bos? Aan sendiri mengatakan kalau cerita itu fiksi kok...

      Hapus
    2. Tau dari mana kalau itu fiksi, emangnya pernah ngobrol sama pengarangnya? Menurut saya, orang jaman dulu kecil kemungkinan berbohong atau mengarang bebas, apalagi sampai ditulis dalam naskah atau prasasti, beda dgn orang jaman sekarang yg bisa sebebasnya nulis apapun di media sosial dan lainnya.

      Hapus
  17. perang bubat memang sangat menarik dan misterius,
    saya juga masih menyimpan penasaran tentang benar tidaknya perang tersebut. namun meskipun begitu, kita (jawa dan sunda) tak sepantasnya menjadikan perang ini sebagai sentimen di masa sekarang, karena sekarang kita adalah satu, Indonesia.

    BalasHapus
  18. sebelum anda membuat tulisan... seharusnya anda berkunjung ke bubat (daerah gersik)... raja2 majapahit adalah raja2 yg sangat menghormati suku dan agama lain... (baca: darmo gandul tentang brawijaya 5), karakter licik dan kekerasan itu bukan nurani jawa... nurani orang jawa biasa berfikir lebih panjang, maklum dan mengalah nampaknya ada sesuatu yg tertutupi sejarah, semisal percobaan pembunuhan raja majapahit atau sesuatu... jangan terpengaruh fitnah dan prasangka...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setiap suku pasti akan memuji sukunya masing2, tdk akan ada yg mau jujur membuka aibnya. Cukup Allah saja yg menilai baik buruknya kita,gak usah dibilang2, krn setiap orang akan melakukannya (memuji diri sendiri)

      Hapus
  19. awal kemunduran majapahit bukanlah masa hayam wuruk... tetapi jaman bre vijaya 5 (browijoyo) karena beliau memberikan tanah kepada para penyebar agama islam... raden patah (demak) sunan ambel (ampeldenta) sunan bonang dll.. sampai akhirnya majapahit diserang oleh demak bintoro (baca: kitab darmo gandul), bro wijoyo tidak mau mengerahkan laskar dari bali, palembang yg sudah siap karena raden patah adalah anaknya sendiri...

    BalasHapus
  20. sejarah tidak bisa di susun berdasar sentimen kesukuan atau opini.. sejarah adalah sejarah...

    BalasHapus
  21. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  22. good, terlepas benar atau salah, setidaknya ada orang2 yang yang mencoba berpikir kritis, sehingga menarik untuk dibahas.
    kita terbiasa menerima pelajaran sejarah sebagai dongeng/cerita tanpa harus berpikir kritis dan analitis. sejarah hanya buat dihapal. itu kesalahan metoda penddikan di negri kita.

    BalasHapus
  23. Wah..memang ga bisa dipungkiri bahwa Raja-Raja di Jawa adalah keturunan Sunda.Seperti misalnya

    1. RAJA SANJAYA, pendiri kerajaan Medang Mataram Kuno berasal dari kerajaan Galuh : seperti tertulis pada PRASASTI CANGGAL ( Prasasti Canggal ,juga disebut Prasasti Gunung Wukir atau Prasasti Sanjaya) adalah prasasti dalam bentuk candra sengkala berangka tahun 654 Saka atau 732 Masehi, MENERANGKAN BAHWA SANG RATU SANJAYA ADALAH PUTRA SANA DAN SANAHA ( Cocok dengan yang ada di CARITA PARAHYANGAN ). dan pada akhirnya menurunkan Mpu Sindok yang memindahkan kerajaan ke JAWA TIMUR, Dan menurunkan para raja disana.

    2.RADEN WIKAYA PENDIRI MAJAPAHIT ; Raden Wijaya yang menjadi pendiri kerajaan Majapahit, dianggap keturunan Sunda dari Dyah Lembu Tal dan suaminya yaitu Rakeyan Jayadarma, raja kerajaan Sunda. Hal ini juga tercatat dalam Pustaka Rajyatajya i Bhumi Nusantara parwa II sarga

    3. DALAM BABAD TANAH JAWI, Raden Wijaya disebut pula dengan nama Jaka Susuruh dari Pajajaran.

    Meskipun demikian, catatan sejarah Pajajaran tersebut dianggap lemah kebenarannya.

    BalasHapus
  24. Maung Siliwangi Padjadjaran7 Juli 2013 04.54

    Bagi saya orang Sunda, NKRI merupakan sebuah harga mati yg tidak bisa ditawar lagi, tapi mengetahui akar sejarah dan budaya sendiri jg merupakan sebuah kewajiban. Setiap suku di Indonesia mempunyai andil & peran dalam pembentukan negara ini. Sebagai orng Sunda sy bangga dengan akar kesukuan sy, dalam sejarah dunia hanya ada 2 pasukan yg melakukan long march demi perjuangan yaitu tentara komunis di Cina & Pasukan Siliwangi ke Jogya.. Menurut analisis sy, Indonesia masih bisa bertahan karena kami orng Sunda tidak menuntut macam2 dari negeri ini, ketika pemberontakan PKI Madiun di Jawa yg memadamkan pasukan Siliwangi, ketika DI/TII merajalela yg berhasil memadamkan dengan pagar betis ya pasukan Siliwangi, ketika Daud Bereuh berontak yang mamadamkan Siliwangi dengan pendekatan dari seorang anak ke ayahnya tanpa ada pertumpahan darah... Ketika G 30 S/PKI meletus yg bergerak Siliwangi dengan RPKAD dari JABAR menuju Jawa menghajar PKI yg telah menyusup ke Kodam Diponegoro & Brawijaya yg banyak anggotanya terkontaminasi oleh PKI. Di lihat dari sejarah kami orng Sunda selalu siap terdepan mempertahankan NKRI walaupun kami tidak begitu dihargai dengan pantas di negeri ini.. Di Indonesia semua pemberontakan bisa diatasi karena keturunan Siliwangi tidak ikut berontak bahkan terdepan dalam proses pemadaman pemberontakan tersebut, tapi ingat bung kalo sampai turunan Siliwangi memisahkan diri, jngn harap Aceh, Irian, Kalimantan, Sulawesi dll akan ikut menghantam kami, tapi sy jamin mereka akan melihat ini sebagai kesempatan bagus dan akan ikut dengan kami orng Sunda melepaskan diri dari NKRI... ada banyak porsi tidak adil yg orng Sunda terima sebagai suku terbesar ke dua di negeri ini, sebab "O" tidak akan berjaya dan jadi penguasa di negeri ini kalau tidak ada "A" yang membantu dan berjuang demi negeri ini walaupun pada akhirnya "Nugraha" selalu tersisihkan oleh "Nugroho"...

    BalasHapus
    Balasan
    1. sempit banget sih wawasannya.! Nurutin nafsu muluk.!
      Kapan mau belajar & sadar untuk menjadi manusia seutuhnya.
      Tanpa harus membedakan suku,ataupun menonjolkan dari mana asal kita.
      Hadeeeuuuuhh...!

      Hapus
    2. memang benar divisi siliwangi tempatnya di jawa barat tapi ingat yang jadi tentara banyak dari etnis jawa...ingat itu. jawa barat itu hanya dipinjam saja tempatnya tak lebih dari itu...

      Hapus
  25. bacaan diatas harus dibaca dengan hati-hati.. jangan dengan serampangan, apalagi pake emosi yang ujung-ujungnya malah berkomentar buruk dan jadinya kayak orang gak berpendidikan.. apalagi menonjolkan suku tertentu.. yang terpenting adalah gimana generasi sekarang mengelola negeri ini supaya bisa jaya lagi..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Maung Siliwangi Padjadjaran8 Juli 2013 10.57

      Sebelumnya sy mohon maaf, ada banyak ketidakpuasan dari banyak daerah di indonesia terhadap penguasa negeri ini yang hampir 70 % berasal dari suku tertentu "O" terutama ketidakpuasan dalam bidang ekonomi, bahkan sudah menjadi fakta banyak daerah yg merasa bahwa mereka hanya menjadi sapi perahan di mana hasil kekayaan mereka hanya akan dibawa ke pulau jawa sedangkan daerah mereka justru makin tertinggal dan terbelakang sehingga banyak timbul kerusuhan bahkan pemberontakan mulai dari Aceh sampai Papua, yg jadi masalah adalah kalo ini terus dibiarkan maka akan timbul perasaan "dijajah oleh bangsa sendiri" di mana pada ujungnya mereka akan meminta kemerdekaan.. jd tolong pikirkan semua warga negara Indonesia itu mulai dari huruf A s.d Z jangan hanya mentok di satu huruf saja "O" yg kalo dilihat seolah2 indonesia ini merupakan negara milik kaum, suku atau golongan tertentu saja, Mayoritas sih boleh tapi jngn sampai seolah2 ingin memiliki dan menguasai semua Otoritas di negeri ini... Betul sekali ada pepatah yang mengatakan Sejarah akan terulang dalam bentuk yg berbeda tapi isi dan substansinya sama.. tapi mudah2an NKRI kita tercinta ini bukan bentuk atau lanjutan baru dari Majaphit lama di mana suku tertentu hanya ingin mendominasi dan menguasai nusantara untuk kepentingan golongan/ suku mereka tanpa memberi kesempatan kepada yang lainnya...

      Hapus
    2. sempit banget sih wawasannya.! Nurutin nafsu muluk.!
      Kapan mau belajar & sadar untuk menjadi manusia seutuhnya.
      Tanpa harus membedakan suku,ataupun menonjolkan dari mana asal kita.
      Hadeeeuuuuhh...!

      Hapus
  26. kenapa hal itu diperdebatkan,yang sudah, sudahlah, jangan menjadi permusuhan, sekarang sudah bukan jamannya majapahit, galuh sriwijaya dll sekarang kita di NKRI bangunlah jadikan cermin buat masa depan.

    BalasHapus
  27. yang jelas mah ,,,,kita hidup jaman sekarang lihat aja prilaku orang sekarang dan bencana yang terjadi zaman sekarang ,,,itu warisan dan watak aselinya......keadaan jaman dulu terlihat dari adat istiadat anak cucunya zaman sekarang,,,yang haus kekuasaan terlihat,yang jadi tempat terindah terlihat,,,,dan tertulis bahwa MARHAENISME ITU dijadikan kepribadian bangsa yaitu dari kita oleh kita untuk kita (ir soekarna = orang jawa)dan marhaenisme adalah petani orang sunda...kita lihat aja dari prilaku ,,,pak karno adalah singosari kedua terbunuhnya kertanegara oleh ken arok...pak karno di hancurkan tapi ditutupi dgn gelar pahlawan,,,he he itu politik duniawi,,,,baca aja yang dekat jangan baca yang jauh,,,,,saya gk ambil analisa dari sejarah tapi saya ambil analisa dari watak/lingkungan/dan pola hidup.... ...itu lebih nyata....

    maka dari itu biarlah itu jadi catatan,,,kalau punya analisa jadikan analisa itu tuk memperbaiki prilaku dan watak,,,,,jgn dibicarakan di umum karena ini akan tambah menyakiti pihak yang lain,,wasalam,,,,,waktu akan memberi penjelasan.

    BalasHapus
  28. Perang Bubat Tidak Pernah terjadi, itu Hanya Rekayasa Politik Masa lalu, Baca ini : http://nationalgeographic.co.id/forum/topic-1857.html

    BalasHapus
  29. Perang Bubat tuh terjadi di pelataran lapangan daerah bubat di jawa timur sekitar mojokerto, terjadinya perang karena kesalah fahaman perintah yang di emban gajah mada dari para tetua majapahit, dulunya singosari tidak menyerang sundadwipa karena kerajaan sunda adalah saudara tua dari kerajaan jawa khususnya singasari, maka dari itu sebelum adanya sumpah palapa majapahit tidak menyerang sunda, meski sudah ada sumpah palapa majapahit juga ndak menyerang sunda makanya majapahit mau mempersatukan sunda dengan majapahit melalui acara pernikahan antara dyah pitalka sama hayam wuruk, majapahit runtuh oleh demak, perlu kalian tau bahwa raja demak yang pertama adalah keturunan dari raja majapahit, majapahit juga sempat menjadi islam pada masa2 akhir kekuasaannya, dan tentang tidak ada bahasanya yang mempengaruhi sunda itu ada, bahasa sunda adalah bahasa jawa kuno atau disebut dengan jawa kawi, asu=asu, opo=apa, iso=isa.....dan please jangan berdebat masalah sejarah, jangan saling memecah, seharusnya kita belajar dari sejarah, lihat dari sejarah tentang leluhur kita, apa akibatnya tentang kesalah pahaman, mereka bisa menimbulkan perang, mau anda semua terjadi perang, ini jaman modern bukan jaman dulu, yang lalu biarlah berlalu, kalau yang berlalu dibawa2 dan diungkit2 maka perselisihan itu akan selalu ada sampai kiamat nanti, kalau kalian yg beragama islam saling berselisih, dosa kalian karena sesama muslim itu saudara, kalau agama lain aku ndak tau......

    BalasHapus
  30. Siapapun anda,saya kira artikel anda tidak seimbang,sy kuliah d bidang sejarah dan sy orang melayu,tp saya akui artikel ini agak menyimpang dgn bukti sejarah sejauh ini,rombongan galuh pakuan sunda tidak datang dalam jumlah besar dan niat perang,tp dgn niat pernikahan sbg negara yg sederajat,perang trjadi krn terjadi perubahan niat dr gajah mada yg ingin mengubah status pernikahan menjadi hanya simbol penyerahan kedaulatan kerjajaa yg tentu ditolak rombongan galuh sunda,inilah penyebab peristiwa bubat

    BalasHapus
    Balasan
    1. Anda harus nya membaca artikel ini mulai dari bagian pertama. Sudah dijelaskan dari Kitab Kidung Sunda bahwa rombongan Raja Sunda itu sebesar 2000 kapal. Jadi pikir sendiri dengan keilmuan anda berapa banyak rombongannya.

      Hapus
  31. Saya bukan ahli sejarah, hanya saja Naluri saya mendikte saya untuk mencintai Jawa dan Sunda.
    Saya sendiri juga bingung kenapa bisa begitu.
    Saya merasa Jatidiri saya ada diantara keduanya.
    Ini soal rasa, bukan karena tau sejarah.

    BalasHapus
  32. Mahapatih Gajah Mada berusia 71 tahun ketika selesai menjabat sebagai Mahapatih di kerajaan Majapahit, dari tahun 1313 M semenjak dia menjabat patih di kerajaan Kediri, bawahan kerajaan Majapahit sampai dengan tahun 1364 M, terhitung 51 tahun masa menjabatnya,
    Bukannya Gajah Mada itu menjabat sebagai patih pada tahun 1334? Tahun 1313 yang jadi patih itu Mpu Nambi.

    BalasHapus
  33. apapun itu mau majapahit, mau sriwijaya mau pajajaran mau sunda mau brawijaya.. kita ini sekarang satu dlm satu negara kesatuan NKRI, Inilah sifat orang Indonesia yg mudah dipecah belah sehingga bisa dijajah oleh bangsa lain..., hrs nya prihatin sekarang ini byk terjadi korupsi dll dimana-mana dan pemberontakan dimana-mana hrs nya bersatu padu kita bersama melawan tdk hanya berdasarkan kesukuan dan agama tertentu... jika kita melihat ke arah belakang terus bagaimana kita bisa maju membangun negeri ini kedepan nya... sekian dari saya.... from: wong jogja...

    BalasHapus
  34. tambahan diatas sendiri aja uda jelas judul na... teori perang bubat jd tdk kongkrit atas keabsahan na dari cerita tersebut, kecuali ada bukti yg jelas nyata bukan sekedar teoritis... disertakan gambar atau foto-foto prasasti peninggalan... hati-hati pemecah belah bangsa timbul karna hanya hal sepele....

    BalasHapus
  35. Urun Rembuk.....seperti para agan dari sunda selalu punya dendam berlebihan sehingga PERANG BUBAT sll jadi alasan untuk membenci agan dari Jawa.
    Coba tengoklah kebelakang lagi sebelum kejadian PERANG BUBAT....Silahkan simak uraian dibawah ini....apakah pantas agan Jawa & agan Sunda saling membenci....????
    PEWARIS KERAJAAN PAJAJARAN & MAJAPAHIT YANG SAH
    • PRABU GURU DHARMASIKSA, mula-mula berkedudukan di Saunggalah, kemudian pindah ke Pakuan. Beliau mempersiapkan RAKEYAN JAYADARMA, berkedudukan di Pakuan sebagai PUTRA MAHKOTA. Menurut PUSTAKA RAJYARAJYA i BHUMI NUSANTARA parwa II sarga 3: RAKEYAN JAYADARMA adalah menantu MAHISA CAMPAKA di Jawa Timur karena ia berjodoh dengan putrinya MAHISA CAMPAKA bernama DYAH LEMBU TAL. Mahisa Campaka adalah anak dari MAHISA WONGATELENG, yang merupakan anak dari KEN ANGROK dan KEN DEDES dari kerajaan SINGHASARI. Rakeyan Jayadarma dan Dyah Lembu Tal berputera SANG NARARYA SANGGRAMAWIJAYA atau lebih dikenal dengan nama RADEN WIJAYA (lahir di PAKUAN). Dengan kata lain, Raden Wijaya adalah turunan ke 4 dari Ken Angrok dan Ken Dedes. Rakeyan Jayadarma mati dalam usia muda sebelum dilantik menjadi raja. Konon beliau diracun oleh saudara kandungnya sendiri. Akibatnya Dyah Lembu Tal tidak bersedia tinggal lebih lama di Pakuan, karena khawatir dengan keselamatan dirinya dan anaknya. Akhirnya Wijaya dan ibunya diantarkan ke Jawa Timur. Dalam BABAD TANAH JAWI, Wijaya disebut pula JAKA SUSURUH dari PAJAJARAN yang kemudian menjadi Raja MAJAPAHIT yang pertama. Kematian Jayadarma mengosongkan kedudukan putera mahkota karena Wijaya berada di Jawa Timur. Jadi, sebenarnya, RADEN WIJAYA, Raja MAJAPAHIT pertama, adalah penerus sah dari tahta Kerajaan Sunda yang ke-26.

    BalasHapus


  36. Cuplikan teks dari Kidung Sunda yang terkait dengan gagalnya serangan Majapahit adalah sebagai berikut:

    Ih angapa, Gajah Mada, agung wuwusmu i kami, ngong iki mangkw angaturana sira sang rajaputri, adulurana bakti, mangkana rakwa karěpmu, pada lan Nusantara dede Sunda iki, durung-durung ngong iki andap ring yuda.
    Abasa lali po kita nguni duk kita aněkani jurit, amrang pradesa ring gunung, ěnti ramening yuda, wong Sunda kagingsir, wong Jipang amburu, praptâpatih Sunda apulih, rusak wadwamu gingsir.
    Mantrimu kalih tinigas anama Lěs Beleteng angěmasi, bubar wadwamu malayu, anânibani jurang, amurug-murug rwi, lwir patining lutung, uwak setan pating burěngik, padâmalakw ing urip.
    Mangke agung kokohanmu, uwabmu lwir ntuting gasir, kaya purisya tinilar ing asu, mengkene kaharěpta, tan pracura juti, ndi sasana tinutmu gurwaning dustârusuh, dadi angapusi sang sadubudi, patitânêng niraya atmamu těmbe yen antu.
    Alihbahasa:

    “Wahai Gajah Mada, apa maksudnya engkau bermulut besar terhadap kami? Kami ini sekarang ingin membawa Tuan Putri, sementara engkau menginginkan kami harus membawa bakti sama seperti dari Nusantara. Kami lain, kami orang Sunda, belum pernah kami kalah berperang.
    Seakan-akan lupa engkau dahulu kala, ketika engkau berperang, bertempur di daerah-daerah pegunungan. Sungguh dahsyat peperangannya, diburu orang Jipang. Kemudian patih Sunda datang kembali dan bala tentaramu mundur.
    Kedua mantrimu yang bernama Lěs dan Beleteng diparang dan mati. Pasukanmu bubar dan melarikan diri. Ada yang jatuh di jurang dan terkena duri-duri. Mereka mati bagaikan kera, siamang dan setan. Di mana-mana mereka merengek-rengek minta tetap hidup.
    Sekarang, besar juga kata-katamu. Bau mulutmu seperti kentut jangkrik, seperti tahi anjing. Sekarang maumu itu tidak sopan dan berkhianat. Ajaran apa yang kau ikuti selain engkau ingin menjadi guru yang berdusta dan berbuat buruk. Menipu orang berbudi syahdu. Jiwamu akan jatuh ke neraka, jika mati!”
    Cuplikan teks yang menggambarkan penolakan Raja Sunda untuk memberikan upeti adalah sebagai berikut:

    [...], yan kitâwĕdîng pati, lah age marĕka, i jĕng sri naranata, aturana jiwa bakti, wangining sĕmbah, sira sang nataputri.
    Wahu karungu denira sri narendra, bangun runtik ing ati, ah kita potusan, warahĕn tuhanira, nora ngong marĕka malih, angatĕrana, iki sang rajaputri.
    Mong kari sasisih bahune wong Sunda, rĕmpak kang kanan keri, norengsun ahulap, rinĕbateng paprangan, srĕngĕn si rakryan apatih, kaya siniwak, karnasula angapi.
    Alihbahasa:

    [...], jika engkau takut mati, datanglah segera menghadap Sri Baginda (Hayam Wuruk) dan haturkan bukti kesetianmu, keharuman sembahmu dengan menghaturkan beliau sang Tuan Putri.
    Maka ini terdengar oleh Sri Raja Sunda dan beliau menjadi murka: “Wahai kalian para duta! Laporkan kepada tuanmu bahwa kami tidak akan menghadap lagi menghantarkan Tuan Putri!”
    “Meskipun orang-orang Sunda tinggal satu tangannya, atau hancur sebelah kanan dan kiri, kami tiada akan ‘silau’!”. Sang Tuan Patih juga marah, seakan-akan robek telinganya mendengarkan (kata-kata pedas orang Majapahit).

    BalasHapus
  37. heuni seru bacanya, sekarangmah kita persiapkan diri kita deh, anak cucukita, untuk berperang melawan koruptor, dan kebodohan dan tersenyum lebar memperlihatkan ke dunia, bahwa kita NKRI , yang bersuku suku bisa lebih maju, makmur, dan tentram... aminnn

    BalasHapus
  38. Dasar Picik/Licik.. Sudah jelas perjalanan Kerajaan Galuh itu untuk acara pernikahan bukan untuk berperang.. jadi ya tidak bawa senjata.

    eh malah diserang di lapangan Bubat.. ini namanya Licik, picik menipu. Gajah Mada Licik

    BalasHapus
  39. Majapahit kerajaan besar dan kerajaan Sunda galuhpun adalah kerajaan maha hebat . disini kita sebagai anak bangsa harus cerdas dan bangga dengan kebesaran para leluhur kita. Ingat saat ini kita sudah menjadi satu bangsa , satu tanah air dan NKRI adalah harga mati.

    BalasHapus
  40. Hadeuh..liieurrrrr (pusing)..pokokna mah hidup PERSIB!!!!!

    BalasHapus

Komentarlah dengan baik dan sopan. Pasti akan dibalas oleh pemilik. Mohon jangan mengandung unsur kasar dan sara, mari berbagi pengetahuan, silakan kritik karena kritik itu membangun dan membuat sesuatu menjadi lebih baik

Creative Commons License
MENGUAK TABIR SEJARAH NUSANTARA by Ejang Hadian Ridwan is licensed under a Creative Commons Attribution 3.0 Unported License.
Based on a work at menguaktabirsejarah.blogspot.com.
Permissions beyond the scope of this license may be available at http://menguaktabirsejarah.blogspot.com.