Selasa, 27 Maret 2012

POLA HUBUNGAN MAJAPAHIT & SUNDA 2

POLA HUBUNGAN KERAJAAN MAJAPAHIT & SUNDA


Analisa Kitab Negara Kertagama

Setelah dipelajari seksama dari hasil terjemahan kitab Negara Kertagama, akhirnya didapat beberapa petikan sebagai berikut :
"Pupuh ke-13
  1. Terperinci demi pulau negara bawahan, paling dulu M’layu: Jambi, Palembang, Toba dan Darmasraya pun ikut juga disebut Daerah Kandis, Kahwas, Minangkabau, Siak, Rokan, Kampar dan Pane Kampe, Haru serta Mandailing, Tamihang, negara Perlak dan Padang.
  2. Lwas dengan Samudra serta Lamuri, Batan, Lampung dan juga Barus Itulah terutama negara-negara Melayu yang t’lah tunduk, Negara-negara di pulau Tanjungnegara: Kapuas-Katingan Sampit, Kota Lingga, Kota Waringin, Sambas, Lawai ikut tersebut.
Pupuh ke-14
  1. Kadandangan, Landa Samadang dan Tirem tak terlupakan Sedu, Barune (ng), Kalka, Saludung, Solot dan juga Pasir, Barito, Sawaku, Tabalung, ikut juga Tanjung Kutei, Malano tetap yang terpenting di pulau Tanjungpura.
  2. Di Hujung Medini Pahang yang disebut paling dahulu, Berikut Langkasuka, Saimwang, Kelantan serta Trengganu, Johor, Paka, Muar, Dungun, Tumasik, Kelang serta Kedah, Jerai, Kanjapiniran, semua sudah lama terhimpun.
  3. Di sebelah timur Jawa seperti yang berikut: Bali dengan negara yang penting Badahulu dan Lo Gajah, Gurun serta Sukun, Taliwang, pulau Sapi dan Dompo, Sang Hyang Api, Bima, Seran, Hutan Kendali sekaligus.
  4. Pulau Gurun, yang juga biasa disebut Lombok Merah, Dengan daerah makmur Sasak diperintah seluruhnya, Bantayan di wilayah Bantayan beserta kota Luwuk, Sampai Udamakatraya dan pulau lain-lainnya tunduk.
  5. Tersebut pula pulau-pulau Makasar, Buton, Banggawi, Kunir, Galian serta Salayar, Sumba, Solot, Muar, Lagi pula Wanda (n), Ambon atau pulau Maluku, Wanin, Seran, Timor, dan beberapa lagi pulau-pulau lain.
Pupuh15
  1. Inilah nama negara asing yang mempunyai hubungan, Siam dengan Ayudyapura, begitu pun Darmanagari, Marutma, Rajapura, begitu juga Singanagari, Campa, Kamboja dan Yawana yalah negara sahabat.
  2. Tentang pulau Madura, tidak dipandang negara asing, Karena sejak dahulu dengan Jawa menjadi satu, Konon tahun Saka lautan menantang bumi, itu saat, Jawa dan Madura terpisah meskipun tidak sangat jauh.
  3. Semenjak nusantara menadah perintah Sri Baginda, Tiap musim tertentu mempersembahkan pajak upeti, Terdorong keinginan akan menambah kebahagiaan, Pujangga dan pegawai diperintah menarik upeti."
Petikan diatas memberkan informasi lengkap tentang negara-negara yang  berada dibawah kekuasaan kerajaan Majapahit yang memang mewakili istilah nusantara yang didengung-dengukan itu, tidak seperti "Sumpah Palapa" yang tidak mewakili aspek keseluruhan yang dikatakan nusantara, bisa jadi sumpah Palapa itu sendiri adalah bentuk pengkerdilan untuk istilah nusantara, bisa jadi juga ini hanyalah lemparan issu sebagai wacana ke publik dengan tujuan supaya terjadi pro kontra mengenai istilah nusantara.

Wilayah nusantara, yang hanya karena memakai simbolisasi sumpah Palapa sebagai acuan, akhirnya diharapkan terbentuk suatu opini sekaligus menimbulkan rasa keraguan terhadap kebesaran dan keluasan wilayah yang tercakup dari arti istilah yang mengacu kepada nusantara tersebut.

Petikan diatas juga ada informasi tambahan, sesuai yang diharapakan penulis atas pernyataan yang mencurigakan, diberikan pendaan cetakan tebal supaya lebih fokus yaitu tentang yaitu tentang negara Yawana. Rumor tentang negeri Yawana sendiri banyak yang mengatakan adalah suatu daerah yang berada di India Barat, jaman kerajaan India kuno. Tapi kalau Yawana yang dimaksud dari daerah itu, terlalu jauh letaknya, dan kemungkinan nusantara tidak mencakup wilayah tersebut.

Terdapat pula keterangan tambahan yaitu pada kalimat selanjutnya yang menyatakan tentang status pulau Madura yang tidak dipandang sebagai negara asing. Pengertian asing dalam hal ini berarti tidak dimaksudkan untuk negara-negara jauh saja, tidak dibatasi oleh jarak, lebih condong ke negara-negara yang statusnya sebagai negara sahabat atau bukan merupakan negara bawahan. Senafas dengan itu, kalau dilihat antara kalimat pertama tentang negeri-negeri asing yang menjadi sahabat dan kalimat selanjutnya tentang Madura, ditarik kesimpulan bahwa status kerajaan-kerajaan di pulau Madura adalah sebagai negara sahabat bagi kerajaan Majapahit.

Lantas penyebutan negara Yawana yang berasal dari India bagian barat kelihatanya tidak relevan, terlalu jauh sekali, apa memang Majapahit membagun hubungan dengan negara Yawana itu, apakah ada nama negara Yawana di India bagian barat pada saat itu? Sedangkan menurut beberapa keterangan bahwa sebutan Yawana, itu istilah nama suku gabungan untuk Yunani-India dan itu terjadi pada abad sebelum masehi, dan terdapat banyak keterangan lagi di cerita-cerita tentang mitologi Hindu untuk sebutan Yawana, seperti pada kisah Mahabrata dan Ramayana. Tentunya kalau sebutan Yawana itu masuk kedalam mitologi Hindu, para sastrawan jaman itu seperti pengarang kitab Negara Kertagama, pastinya hafal atau familier betul cerita tentang Yawana karena termasuk cerita sastra dasar bagi para sastrawan.

Pada abad ke-13 sampai ke-15 pada masa kerajaan Majapahit, pertanyaan yang belum terjawab adalah apakah nama Yawana itu masih ada sebagai sebuah kerajaan? atau apakah Yawana itu sendiri istilah sebutan untuk negara lain atau terdiri dari beberapa kerajaan, apakah hanya sebagai nama alias?

Merujuk pada istilah asing yang disebutkan pada petikan diatas yang pengertiannya tidak terbatas oleh jarak, bisa jadi negara Yawana itu masih dalam ruang lingkup nusantara, soalnya disebutkan bahwa Madura adalah bukan negara asing. Seandainya Madura dijadikan negara asing maka kalimat yang akan tebentuk adalah:

"Inilah nama negara asing yang mempunyai hubungan, Siam dengan Ayudyapura, begitu pun Darmanagari, Marutma, Rajapura, begitu juga Singanagari, Campa, Kamboja, Yawana, Madura yalah negara sahabat".

Tapi karena Madura dianggap tidak termasuk negara asing maka kalimat itu dipisah, tapi kok ada kondisi pengkhususan terhadap Madura tentang statusnya, padahal pulau Madura adalah tetangga perbatasan dengan Majapahit. Kenapa tidak secara gamblang disebutkan bahwa Madura adalah negara sahabat, kenapa harus ada kata-kata yang terlalu hati-hati dengan memberikan istilah asing? Pernyataan tentang Madura seolah-olah ada sesuatu yang bakal menjadi pertanyaan, makanya disusul dengan pernyataan tentang Pulau Madura yang bukan negara asing itu sebagai jawabannya.

Itu juga yang menjadi pertanyaan selanjutnya tentang nama Yawana, apakah memang negara Yawana itu negara dari India bagian barat? apakah bukan negara dekat dengan Majapahit atau masih dalam katagori ruang lingkup nusantara?

Pertanyaan terakhir, bagai mana dengan status negara atau kerajaan-kerajaan ditatar Sunda, kok tidak ada dalam daftar tersebut? Apakah mungkin pengarang kitab Negara Kertagama lupa memasukannya ke dalam daftar tersebut, pastinya ada koreksi besar dong untuk itu bagi sastrawan dari pihak lain pada waktu itu, karena kerajaan Sunda sendiri adalah negara besar, kenapa tidak menyertakan status kerajaan Majapahit atas kerajaan-kerajaan Sunda (karena kerajaan Sunda juga merupakan negara gabungan yang memiliki kerajaan-kerajaan bawahan), apakah negara sahabat atau negara taklukan?

Ada juga yang merujuk bahwa Yawana adalah negara gabungan antara Kamboja dan Annam dengan sebutan Sya Pa Nao, istilah lain untuk Yawana, di Vietnam, daratan Cina selatan. Menurut beberapa sumber kerajaan-kerajaan dikawasan daratan Asia Tenggara diantaranya, yaitu kerajaan Syan yang kemudian disebut Syanka atau Siam; kerajaan Syan Pao Cha yang kemudian disebut Kam Pao Cha atau Kamboja; dan kerajaan Syan Pao Nam yang kemudian disebut Syan Nam atau An Nam dan Syan Pao, Syan Pa atau Campa. Kamboja dan Anam bersatu juga disebut Syan Pao Nam atau Sya Pa Nao atau disebut juga Yawana.

Seandainya Syan Pao Nam atau Sya Pao Nao adalah untuk menyebut gabungan antar 2 negara yaitu Kamboja dan Annam, mengapa dalam kitab Negara Kertagama dinyatakan terpisah seperti petikan "Inilah nama negara asing yang mempunyai hubungan, Siam dengan Ayudyapura, begitu pun Darmanagari, Marutma, Rajapura, begitu juga Singanagari, Campa, Kamboja dan Yawana yalah negara sahabat".

Kerajaan-kerajaan seperti Siam, Kamboja, Annam dan Campa tersebut adalah istilah menurut pelafalan bahasa Indonesianya atau mungkin Melayu, dan hampir mirip dengan dialektika pelafalan aslinya, tetapi untuk pelafalan Syan Pao Nam atau Sya Pa Nao menjadi Yawana, itu yang terasa janggal dan kelihatan tidak mirip sama sekali, seperti dipaksakan.

Sedangkan ada asal daerah yang pasti untuk menyebut Yawana yaitu daerah India bagian barat. Kelihatan kurang relevan kalau istilah Syan Pao Nam atau Sya Pa Nao menunjuk untuk istilah Yawana. Kronologis kesimpulan itu, Syan Pao Nam atau Sya Pa Nao menunjuk untuk istilah Yawana, kelihatanya merujuk pada keterangan Yawana sebagai suatu suku gabungan, karena Yawana sendiri adalah istilah pada mulanya untuk menyebut gabungan 2 suku yaitu Yunani-India, pada masa sejarah kerajaan-kerajaan India kuno menurut mitologi Hindu sebelum tahun masehi. Yawana dalam hal di pastikan tafsiran atau istilah dari orang Indonesia atau Melayu untuk mengartikan Syan Pao Nam atau Sya Pa Nao.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Komentarlah dengan baik dan sopan. Pasti akan dibalas oleh pemilik. Mohon jangan mengandung unsur kasar dan sara, mari berbagi pengetahuan, silakan kritik karena kritik itu membangun dan membuat sesuatu menjadi lebih baik

Creative Commons License
MENGUAK TABIR SEJARAH NUSANTARA by Ejang Hadian Ridwan is licensed under a Creative Commons Attribution 3.0 Unported License.
Based on a work at menguaktabirsejarah.blogspot.com.
Permissions beyond the scope of this license may be available at http://menguaktabirsejarah.blogspot.com.