Rabu, 27 Juni 2012

SENI PERANG ALA JENGHIS KHAN II

SENI PERANG ALA JENGHIS KHAN

E. Logistik

Tentara Mongol dalam melakukan perjalanan semisal long march terlihat sangat ringan, dan mampu bertahan hidup karena bisa memenuhinya dari alam sekitarnya. Peralatan mereka untuk memenuhi kebutuhan itu termasuk kait ikan dan alat berburu lainnya yang dimaksudkan agar membuat setiap prajurit terlepas dari sumber pasokan tetap. Bahan makanan dalam perjalanan yang paling umum dari pasukan Mongol yaitu daging yang dikeringkan disebut "Borts", yang masih umum dalam masakan bangsa Mongolia sampai saat ini. Borts ringan dan mudah dibawa untuk perjalanan dan dapat dimasak dengan air, sama dengan sup "makanan instan, cepat saji" jaman modern sekarang.

Pasukan Mongol selalu akan memastikan dia memiliki dan membawa kuda yang kondisinya segar bugar, para prajurit yang masing-masing biasanya memiliki kuda 2 sampai 4 jumlahnya Dan karena sebagian besar kuda perang bangsa Mongol adalah kuda tunggangan, mereka bisa hidup dari kuda mereka itu 'susu atau produk lainnya bila diperlukan. Dalam kondisi sulit, prajurit Mongol bisa minum sedikit dari darah kuda tersebut dengan menyobek nadinya. Mereka bisa bertahan hidup sebulan hanya dengan minum susu kuda yang dikombinasikan dengan darah kuda juga.

Peralatan berat dibawa gerobak dengan pasokan yang terorganisir dengan baik. Gerobak diperuntukan antara lain untuk stok pasokan besar panah. Hal paling utama untuk pasokan logistik yang terbatas, didepan perjalanan mereka harus memastikan menemukan cukup buat pasokan makanan dan air untuk mereka sendiri dan hewan yang dibawa. Dalam semua ekspedisi militer yang memakan waktu lama, para prajurit membawa serta keluarga mereka.

F. Komunikasi

Bangsa Mongol membangun sistem stasiun atau pos relai kuda, mirip dengan sistem yang digunakan di Persia kuno untuk transfer secara cepat pesan-pesan tertulis. Sistem surat Mongol adalah seperti sistem pertama kerajaan besar Kekaisaran Romawi. Selain itu, komunikasi medan perang Mongol memanfaatkan bendera dan tanduk isnyarat serta pada tingkat lebih rendah, dilakukan oleh isyarat panah untuk mengkomunikasikan perintah pergerakan pasukan selama pertempuran.

G. Kostum atau Seragam

Kostum atau seragam dasar orang Mongol untuk pertempuran terdiri dari mantel berat yang diikat di pinggang dengan sabuk kulit. Pada sabuk tersebut akan menggantung pedang, belati, dan mungkin kapak. Ini mantel jubah yang dilipat bidang badan kiri 2 kali lipatan dan diamankan oleh sejenis tombol atau kancing beberapa inci di bawah ketiak kanan. Mantel tersebut dilapisi dengan bulu. Di bawah mantel, pakaian dalam seperti sebuah kemeja lengan panjang dengan baju longgaryang umum dipakai.terbuat dari sutra dan benang logam, yang semakin banyak digunakan. Bangsa Mongol mengenakan kaus pelindung adalah sutra berat. Bahkan jika panah menembus lapisan pelindung luar mereka atau garmen kulit luar, panah itu tidak mungkin untuk benar-benar menembus sutra, sehingga mencegah anak panah dari bahaya yang menyebabkan kematian.

Sepatu bot yang terbuat dari kulit dan meskipun berat akan terasa nyaman dan cukup lebar untuk mengakomodasi celana terselip sebelum dikat erat dengan tali. Mereka mengunakan sejenis sepatu meskipun heelless, tidak tinggi, disol tebal dan dilapisi dengan bulu. Dikenakan juga dengan kaus kaki, sehingga membuat kaki tidak mungkin untuk mendapatkan rasa dingin.

Baju besi pipih yang dikenakan di atas mantel tebal. Baja ini terdiri dari besi dengan skala kecil, serat berantai, atau kulit keras yang dijahit bersama dengan penjepit kulit dan bisa ditimbang kurang lebih 10 kilogram (22 pon) jika terbuat dari kulit saja dan lebih berat lagi jika lapisan baja itu terbuat dari sisik logam. Kulit lapis pertama ini dilunakan dengan cara direbus dan kemudian dilapisi dengan pernis mentah, yang menjadikannya tahan air. Terkadang mantel berat prajurit itu hanya diperkuat dengan pelat logam saja. Mantel ini tentunya tidak terus dipakai, tetapi selama situasi akan melakukan pertempuran saja.

Helm yang berbentuk kerucut dan terdiri dari pelat besi atau baja dengan ukuran yang berbeda dan termasuk besi berlapis penjaga leher. Penutup muka pasukan Mongol adalah berbentuk kerucut dan terbuat dari bahan berlapis, reversibel pada musim dingin, dan penutup telinga. Apakah helm tentara adalah kulit atau logam tergantung pada pangkat dan kekayaan? Yang pasti semua sama, nilai sebuah nyawa tidak tergantung pangkat dan kekayaan tentunya.

2 komentar:

  1. buat info kuda mongol itu ga kekurangan pangan.. soalnya bangsa mongol mengandalkan padang rumput buat kudanya cari makan sendiri^^
    *dapet dari baca buku

    Btw artikelnya bagus:D

    BalasHapus
  2. Ini ulasan yang bagus sekali,saya suka.informasi ini sangat detil,lengkap Dan luas,saya puas membacanya

    BalasHapus

Komentarlah dengan baik dan sopan. Pasti akan dibalas oleh pemilik. Mohon jangan mengandung unsur kasar dan sara, mari berbagi pengetahuan, silakan kritik karena kritik itu membangun dan membuat sesuatu menjadi lebih baik

Creative Commons License
MENGUAK TABIR SEJARAH NUSANTARA by Ejang Hadian Ridwan is licensed under a Creative Commons Attribution 3.0 Unported License.
Based on a work at menguaktabirsejarah.blogspot.com.
Permissions beyond the scope of this license may be available at http://menguaktabirsejarah.blogspot.com.