Selasa, 27 Maret 2012

GAJAH MADA VS ORDE BARU 2

APAKAH GAJAH MADA
SIMBOLISASI ORDE BARU?

Bagian III Kemiripan Kisah Gajah Mada dengan Awal Berdirinya ORBA

Ini sepertinya kisah yang disisipkan, atau kisah yang terasa mirip, kisah yang menjadi simbol atau perlambang bagi yang lainya, dan bisa jadi didasari oleh suatu kepentingan. Cerita sejarah dimasukan pasti ada motif tertentu, kalau ternyata itu suatu yang tidak benar dan kisah Gajah Mada mulai awal berkarier sampai akhirnya menjadi Maha Patih di Majapahit hanya baru satu sumber yaitu kitab pararaton yang mengkisahkannya.

Pertanyaannya, atas dasar kepentingan apa cerita itu dibuat atau semisalnya terjadi penyisipan, siapa atau pihak mana yang mempunyai kepentingan atas alur dan nuasa cerita itu, terlebih maksud dan tujuannya apa? Sekali lagi pertanyaan ini berlaku kalau memang cerita itu cerita yang tidak pernah terjadi.

Kitab Pararaton yang ada sekarang dijadikan referensi sejarah menurut informasi bahwa kitab itu terakhir dicetak dengan metoda atau tehnik pres yaitu tahun 1966, walau pun tetap identitas si pembuat menunjukan tahun saka sekitar abad ke-16.

Petikannya seperti ini “



Pada tahun 1966 juga adalah masa terjadinya pergolakan politik di Indonesia, masa-masa peralihan, yang ditandai dengan kisah pemberontakan atau kudeta Partai Komunis Indonesia (PKI) dengan peristiwa yang terkenal dengan sebutan G 30 S /PKI karena awal terjadinya tanggal 30 September tahun 1965, yang penumpasannya oleh Letnan Jenderal (Letjen) Suharto (red, Presiden RI ke-2) dan juga kisah Surat Perintah 11 Maret (Supersemar) pada tahun 1966.

Pada waktu itu (1966) Presiden Soekarno diceritakan diungsikan, karena ada kekuatan militer yang mengepung istana ketika terjadi sidang kabinet. Penyelamatan pun segera dengan evakuasi yang dilakukan dilakukan dari Istana Merdeka ke Istana Bogor. Tapi kemudian kembali lagi setelah mendapatkan laporan bahwa kondisi kemanan sudah dipulihkan, dan diterangkan bahwa hal tersebut karena terjadi miss komunikasi antar pasukan.

Setelah itu dengan mandat Supersemarnya, Letjen Suharto memegang kendali penuh atas operasi pengamanan dan pemulihan kemanan negara. Proses berlanjut terus yang akhirnya Letjen Soeharto menjabat sebagai presiden semetara mengantikan sementara Presiden Sukarno yang diangkat oleh MPR Sementara pada tanggal 12 Maret 1967 dan pada tahun 1968 resmi menjadi presiden menggantikan Presiden Soekarno, kemudian dilanjut lagi berdasarkan hasil pemilu, ditetapkanlah oleh MPR pada tahun 1973 menjadi presiden kembali dan setrusnya.

Kondisi Presiden Soekarno pada tahun kisaran 1965-1968 waktu itu secara politik pengaruhnya memang sudah sangat melemah. Banyak ketidakpuasan dari berbagai pihak dan elemen masyarakat, terlebih dari lawan politiknya.

Sri Jayanagara alias Kalagemet, Kalagemet sendiri adalah nama lain dari Sri Jayanagara raja Majapahit setelah Raden Wijaya, menurut kitab Pararaton. Kalagemet mempunyai arti manusia yang lemah dalam arti kepemimpinan, sifatnya yang tidak tegas, banyak terpengaruh oleh orang-orang disekitarnya. Kitab Pararaton sendiri menceritakan pula tentang kebiasaan Sri Jayanagara ini tentang kesukaannya terhadap lawan jenis secara urakan. Menurut rumor presiden pertama bangsa nusantara ini juga mempunyai kebiasaan dan sikap yang hampir mirip, kebenaran rumor-rumor ini sendiri tidak bisa dipertanggungjawabkan, bisa jadi ini hanya lemparan issu dari pihak lain atau lawan politiknya, dalam komplik politik segalanya bisa terjadi, walau pun menembus batas-batas diluar kemanusiaan, sikap yang harus dilakukan untuk menanggapi issu-issu semacam itu adalah selalu mengedepankan azas praduga tak bersalah.

Dalam film G 30 S/PKI versi jaman orde baru, yang selalu ditanyangkan setiap tanggal 30 September, setiap tahun tentunya pada masa itu, yang sekarang tidak pernah terulang lagi, terdapat kisah sebelum peristiwa pemberontakan PKI, Presiden Soekarno menderita sakit sehingga harus mendatangkan dokter dari negeri Cina.

Sri Jayanagara sebelum terjadi pemberontakan, dikisahkan dia juga mengalami sakit bisulan (red, semacam sfillis) akibat kebiasaanya itu dan kisah selanjutnya adalah proses pencobaan pembunuhan oleh seorang tabib bernama Tanca, dan akhirnya dikisahkan bahwa si tabib dibunuh oleh Gajah Mada karena ketahuan akan niatnya.

Ra Kuti adalah abdi dalam istana yang memberontak setelah mempengaruhi sebagian angkatan pasukan tentara kerajaan Majapahit lainnya. PKI pun dikisahkan sudah membentuk angkatan ke 5 dari para petani dan buruh yang dipersenjatai. Dua-duanya berhasil menguasai ibu kota negara dengan mempengaruhi angkatan lainya dalam tubuh pasukan militer.

PKI berhasil membujuk oknum angkatan udara serta pasukan elit pengawal presiden. Artinya sama-sama pemberontakan itu berasal dari orang dalam dari lingkungan istana bahkan dekat dengan raja kalau kisah pemberontakan Ra Kuti, dan yang dekat dengan presiden kalau dalam kisah G 30 S/PKI.

Didalam kitab Negara Kertagama tidak disinggung sedikitpun kisah pemberontakan Ra Kuti dan Sri Jayanagara tidak pula mempunyai kisah aneh-aneh. Biasa saja dalam menjalankan tugas kerajaannya sebagaimana mestinya.

Gajah Mada diceritakan oleh oleh kitab Negara Kertagama tiba-tiba muncul menjadi mahapatih di kerajaan Majapahit, sedang asal usulnya tidak diketahui. Ketiadaan informasi inilah merupakan celah lebar untuk menyisipkan cerita didalamnya. Satu hal bahwa kalau Gajah Mada berasal dari prajurit menengah, lantas tiba-tiba menjadi Mahapatih, tentunya harus ada alasan yang mendasar, karena secara organisasi militer itu tidak mungkin. Terlalu banyak yang dilompati. Dasar pembenarannya yaitu dengan tindakan penyelamatan raja, dalam arti luasnya penyelamatan kerajaan, supaya diakui oleh masyarakat kerajaan.

Letjen Soeharto dengan langkah-langkah yang dilakukan dalam beberapa peristiwa berhasil secara gemilang, dan dalam tempo singkat berhasil menjabat sebagai pejabat presiden sementara, lantas kemudian menjadi presiden penuh. Tentunya ada beberapa level jenjang kemiliteran yang dilompati. Tidak ada yang salah memang, hal itu bisa saja terjadi, tetapi untuk memberikan kenyamanan dan ketentraman harus ada suatu efek sentuhan psikologi masyarakat, ada praduga bahwa dua cerita ini ada kemiripan.

Bagian IV Penutup

Kemiripan alur cerita ini, bisa jadi kebetulan. Kalau mau dimiripkan juga kelihatannya bisa, artinya Gajah Mada bisa diumpamakan sebagai simbolisasi atau perlambang dari pembenaran dari kisah proses perjalalanan terbentuknya orde baru, atau juga cerita yang dibuat mirip. Kisah ini bisa jadi yang satu tergantung yang lain, bisa cerita yang satu didasari atas yang lain, hubungan bolak balik.

Tidak ada efek langsung memang atau pun proses pembenaran untuk sesuatu masalah yang ditutup-tutupi kalau pun misalnya menjadi perlambang, tapi ini mungkin hanya sekedar propaganda untuk cipta kondisi, sehingga menimbulkan efek psikologis masyarakat, bahwa memang dalam sejarah sudah ada contoh hal tersebut. Mungkin bisa jadi atas dasar ada kepentingan besar yang harus diselamatkan, kalau pun itu memang terjadi, kesatuan dan persatuan bangsa itu yang lebih utama. Sehingga desas-desus proses peralihan yang dicurigai sebagai pengambilalihan kekuasaan, yang bisa jadi menimbulkan  konflik horizontal, oleh sebagian kalangan dapat diredakan.

Cerita ini silakan ditafsirkan sendiri oleh pembaca yang budiman, atau silahkan menjustifikasi masing-masing tentang kebenaran dari logika cerita ini dan mudah-mudah cerita ini tidak benar. Kalau pun benar tidak ada yang patut dipersalahkan, bisa saja semua berawal dari niat baik, bisa jadi pihak para pelaku orba juga tidak paham tentang perubahan cerita itu, bisa jadi ada pihak ketiga yang mempunyai niat baik untuk menjaga keutuhan bangsa. Segala kemungkinan selalu ada dan bisa terjadi termasuk cerita atau kisah Gajah Mada itu pun tidak bisa dipandang salah, selama pembuktian sejarah masih belum ada, sekali lagi selalu kedepankan azas praduga tak bersalah.

Salam Damai Negeriku, Salam Sejahtera Nusantaraku.

Penulis

Referensi :

31 komentar:

  1. A very well-written post. I read and liked the post and have also bookmarked you. All the best for future endeavors
    dynamic web design

    BalasHapus
  2. ane cm tertarik soal jenjang militer neh gan,,,,masa ente samain jaman kerajaan sama militer modern?...yg bener aj donk???,,,jaman kerajaan dulu (banget),nda pake jenjang karir....kl dia punya kemampuan (sakti mandraguna) bisa punya kedudukan yg tinggi...nda perlu jenjang karir......apalagi kl raja yg mau....dikasih pangkat apa jg boleh...sapa yg mau protes?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Maaf gan, kelihatannya tidak sesederhana itu. Contoh Pemberontakan Ronggolawe adalah bukti bahwa dia merasa lebih berjasa dalam memperjuangkan berdirinya Majapahit dari pada Nambi, yang diangkat Patih, Sedang Ronggolawe hanya ditempatkan pada penguasaan daerah lain setingkat adipati, tentunya terlihat ada nilai kesenioritasan yang dipertanyakan dalam hal ini, dan ini yang jadi masalah.

      Secara alami, kesenioran itu tetap berlaku disegala jaman, apalagi sudah terdapatnya peradaban tinggi, jenjang seperti itu berlaku untuk semua bidang. Karena ada resiko komplik kalo itu dilanggar.

      Kalo pun kekuasan seorang raja tidak terbatas, tetap saja dia harus memperhitungkan resiko komplik itu, sebagai bagian dari cara mengatur kehidupan bernegaranya.

      Sakti Mandraguna, mungkin pengertiannya lebih ke arah yang lebih ahli atau lebih menguasai dibidangnya.

      begitu gan menurut ane, mohon petunjuk lebih lanjut dari Agan.

      Hapus
  3. menurutgw,,,
    1. kl sejarah itu bener,berartu anda salah besar
    2. kl sejarah itu salah......ya berarti anda....salah jg
    knp??...
    1. gak usah dijelasin deh...masa gak ngerti sih?
    2. sumber analisa anda dr sejarah yg salah...jd ya anda ikut salah...
    gw sih gak ngerti soal sejarah....cuma inget waktu smp (soalnya sekolah gw cuma sampe situ)....menganalisa atau meneliti sesuatu itu gak sembarangan.ada tahapannya....yah mungkin anda lebih paham dibanding saya.....jd jgn asal menyimpulkan suatu hal itu salah atau bener,,,cuma berdasarkan analisa doang !!!...anda sudah meneliti secara seksama?....sejarah itu jgn pake logika...sejarah bukan matematika atau fisika....dan satu lg neh bos....mungkin penulisnya dulu lupa nyantumin "JIKA ADA KESAMAAN TOKOH,KARAKTER,TEMPAT,KEJADIAN,ITU HANYALAH KEBETULAN SEMATA"......hehehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Thanks gan atas petunjuknya, mohon kiranya diberi petunjuk tentang sumber sejarah yang salah itu supaya ane tidak membuat kesalahan selanjutnya.

      Tentang sejarah menurut ane, masa kita sekarang ini, akan memiliki kasadaran sejarah yang benar bila dapat membaca kembali peninggalan sejarah dengan dituliskan secara benar. Oleh karena itu, diperlukan adanya penulisan sejarah yang baru pada setiap jamannya, tentunya dengan interpretasi yg sesuai.

      Namun, iterpretasinya tetap berdasarkan fakta yang ditinggalkan oleh sejarah sebagai peristiwa. Tanpa diadakan penulisan ulang dengan penafsiran baru, sejarah sebagai ilmu tidaklah bermanfaat bagi zaman yang sedang kita lalui.

      Kadang ilmu matematika dan fisika pun selalu ada teori pembaharuan, ane kira demikian dengan sejarah juga perlu adanya pembaharuan dalam analisanya, tentunya dengan alasan dan bukti-bukti yang mendukung dan tepat.

      Mohon petunjuk lebih lanjut dari agan...thanks

      Hapus
  4. Menurut ane...sejarah yang benar cuma satu..masalahnya adalah..bagaimana cara menguaknya..soalnya tertimbun banyak "tumpukan debu" baik sengaja maupun tidak..tinggal dirunut kebelakang berdasarkan fakta2 dan uji ilmiah...mungkin akan banyak bercabang..namun muaranya tetep satu. -eko,dkk

    BalasHapus
  5. Tidak ada yang Salah dari penulis, kalaupun penulis salah tidak ada juga yang dirugikan, itu adalah pendapat pribadi yg bersangkutan saya khusunya merasa senang karena secara tidak langusng bisa menambah wawasan dan pengatahuan tentang sejarah dari "sisi" lain.

    BalasHapus
  6. Analisa yang menarik. Terus berkarya gan.
    Gw suka membaca tentang sejarah dan teori konspirasi. Kesimpulan Gw, tidak semua sejarah yang telah kita dapatkan semasa sekolah itu benar. Banyak sejarah yang sudah tidak murni sebagai History, tapi sudah menjadi His Story (Cerita seseorang), siapakah His? dialah yang memenangkan pertarungan untuk mendukung gerakan politiknya.
    Terus gali mencari kebenaran jangan berhenti untuk bersikap kritis.

    BalasHapus
    Balasan
    1. sippp, thanks gan, jgn lupa koreksi kalo ada salah-salah di ane...alih-alih saling mengingatkan, mksh gan atas supportnya.

      Hapus
  7. sejarah nusantara tempoe doeloe emang sulit dibuktiiin gan mungkin lantaran nyang nyatet ntu dibumbui macem2.
    cara yang mudah menyikapi dan berusaha mempercayai apa yang benar2 terjadi adalah dengan analisa dan logika.
    saya setuja dengan paparan penulis yg menurut saya logis dan realistis.tapi di kehidupan ini segalanya bisa saja terjadi.jadi tidak ada yang salah kalo misalkan bawahan sekarang besok jadi mahapatih...thanx gan

    BalasHapus
    Balasan
    1. yap betul gan, segala sesuatu memang bisa terjadi, yang tidak mungkin bisa jadi mungkin atau sebaliknya, hanya segala sesuatu juga pasti ada akar penyebanya...ilmu intelejen pertama selalu dikatakan bahwa "daun jatuh pun ada penyebabnya" artinya kita hanya bisa menganalisa mengapa tuh daun sampai jatuh..baru diurut menuju keimpulan kenapa daun bisa jatuh...begitulah kira-kira gan.

      Hapus
  8. menarik sekali gan, kebetulan akhir2 ini saya selalu memikirkan hal yang sama, ga sengaja tadi siang nemu artikel ini. kalo mnrt pendapat saya, saya setuju dengan penulis inti dari analisa diatas, karena mnrt saya lebih akurat kitabnya prapanca di bandingkan kitab pararaton. kalo saya lebih mengarah gajahmada adalah sosok yang benar2 hebat dimasanya dan disegani di dunia, dan mnrt saya, orde baru memanfaatkan kebesaran gajah mada dengan menyisipkan cerita lain tentang gajah mada dengan tujuan menimbulkan efek psikologis. karena tidak ada yang tidak mungkin di jaman orde baru. apapun bisa dilakukan dengan mudah, menggulingkan soekarno dengan mudah, apalagi membuat cerita sejarah palsu untuk kepentingan orde baru.

    BalasHapus
  9. thanks gan,
    bisa jadi hubungan bolak-balik gan...bisa jadi karena kisah Gajah Mada senuansa dengan perpolitikan pada masa itu dan dijadikan alat politik sehingga kisah tentang Gajah Mada sendiri sangat jarang diutak atik. Artinya penelitian terhadap sumbernya (Pararaton)pun jarang dilakukan.

    Apalagi Sumpah Palapa bukan hanya jadi andalan Orde Baru digunakan sebagai membangkitkan semangat Nasionalisme kita, jaman Orla pun sama, oleh Bung Karno dan dalam bahasan Muhamnad Yamin.

    Satu hal yang penulis merasa aneh, bahwa sumpah itu sebenarnya cakupannya kecil, sedangkan Nusantara sendiri jauh lebih luas.

    Dan kisah Sumpah Palapa Gajah Mada refensinya baru hanya dari satu sumber, Pararaton. Tidak ada bukti primer yang mendukungnya.

    Ya memang, kebesaran Gajah Mada bukan hanya kita yang mengakuinya, tapi pada masanya pun diakui, diberitakan dalam Negarakertagama bahwa segala uruasan pemerintah diserahkan sepenuhnya terhadap Gajah Mada yang memangku jabatan Mahapatih. Ya dasar kita menyebut Gajah Mada besar memnag dari situ juga asalnya hehehe.

    Tapi cerita asal-usul Gajah Mada itu sendiri kita belum mendapatkan data yang pasti, Babab Gajah Mada terlalu fiksi kalau dijadikan referensi tentang asal usul Gajah Mada, bisa jadi HOAX. thanks gan

    BalasHapus
  10. gajah mada di gambarkan seseorang yang sangat cerdas pintar dan kuat dan mampu mempertahan kan kerajaan nya dari serangan dari dalam maupun dari luar sehingga majapahit bisa sampai masa kejayaan nya. yang jelas sejarah tidak akan berubah karena tulisan-tulisan anda yang penuh dengan propaganda dan dusta. ingat pesan bung karno ???... jangan pernah lupakan sejarah. dan nampak nya anda sudah lupa tentang sejarah sehingga anda ingin membuat sejarah sendiri. kenapa anda tidak menjadi penulis aja ? menulis tentang dusta dan kebohongan pada diri anda sendiri dan atas apa yang anda tulis ini. apakah anda termasuk orang jujur???....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mudah2an sy termasuk golongan orang2 jujur gan,aminnn....

      Ane setuju tentang Gajah Mada sprt agan katakan diatas, karena ada sumbernya yg mengatakan demikinan, Negarakertagama. Tentunya dilihat dr sisi sejarah Majapahit, dan itu Wajar soalnya GajahMada mempunyai kesempatan untuk berkarya lebih luas, perhatikan bahwa dia berada pada masa kekuasaan Ibunya Hayam wuruk dan Hayam Wuruk sendiri yg belum dewasa.

      Gajahmada sendiri tercatat mampu menumpas pemberontakan Sadeng dan Keta serta penaklukan raja Bali yg membangkang, adakah data sejarah lainya yg mengatakan Gajahmada melakukan invasi militer kewilayah lain selain itu dan adakah tercatat ada pihak yg mau menginvasi Majapahit dan Gajahmada mampu mempertahankannya? tolong ksh ke ane kalo ada data sejarah itu.

      Atau adakah data sejarah masa Hayam Wuruk pernah melakukan mobilsasi pasukan dan melakukan Invasi ke Wilayah lain? Kalo gak ada berarti memang Majapahit sudah dibikin besar oleh para pendahulunya bukan masa Gajah Mada dan Hayam Wuruk sebelumnya. Ingat Sanggramawijaya berhasil mengusir Pasukan Mongol, apakah ini kita lupakan sebagai data sejarah?

      Adakah data sejarah primer yg menerangkan karier Gajah Mada, mulai dari prajurit sampai Mahapatih selain Pararaton? Nagarakertagama sendiri mencatat Gajahmada hanya pada masa saat dia memangku jabatan Mahapatih,cerita sebelumnya tidak ada.

      Dalam artikel ane, lebih condong adanya kepentingan Masa Pemerintahan Orde Baru tentang kisah GajahMada, dan terlanjur menggembar-gemborkan sumpah palapa sebagai alat menunjukan kebesaran Nusantara....sehingga bisa diperhatikan penelitian sejarah masa lalu sangat melempem pada masa itu.Karena sudah terkotak.

      JAS MERAH dan API SEJARAH...itulah pernyataan BK,dan dengan itu pula ane tidak melupakan sejarah, dan berhasrat menggali sejarah...

      oke gan thanks atas masukannya...

      Hapus
    2. Wawan Setiawan7 Oktober 2013 09.22

      orang yang jujur ga pake nama anonim !

      Hapus
  11. Orang memang biasanya gamang dgn terjadinya perubahan yg radikal termasuk sejarah dari yg selama ini diketahuinya. Padahal kepentingan org2 yg mau berkuasa/penguasa adalah dgn menjadikan sejarah sbg alat justifikasi kepenguasaannya... Kalau kita baca sejarah "aslinya" ttg perebutan kekuasaan dari Muawiyah terhadap Ali bin Abu Thalib, Yazid bin Muawiyah yg meracuni Hasan dan memenggal kepala Husain (keduanya adalh cucu kesayangan Nabi Islam Muhammad saw) adl bukti betapa sejarah penuh dgn ketidak adilan jika digunakan utk kepentingan2 tertentu. dan Muawiyah beserta keturunannya slma ratusan tahun berhasil melenggang sbg Khalifah yg tdk ada cthnya dari Nabinya sendiri Muhammad saw bhwa kekuasaan diwariskan. namun dgn kecerdikan sejarahnya muawiyah membuat kita umat muslim melupakan kekejian yg dilakukan oleh para penguasa bani Umayah walaupun tdksemua.
    Yah sejarah Gadjah mada pun dpt digunakan utk kepentingan org2 tertentu krn ada yg 'MISS" disana...
    Jadi selamat kpd penulis yg mengemukakan pendekatan baru terhadap sejarah Gadjah mada. Sebab tidak ada yg tidak mungkin didunia ini...

    BalasHapus
  12. ...baiknya kalau mau menguak sejarah,konsul dulu sama para sejarawan dan budayawan,nah kalau sudah baru bedah buku,nanti masyarakat juga akan menanggapinya dengan berkualitas juga...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wawan Setiawan7 Oktober 2013 09.26

      untuk apa konsul? tojh penulis ini hanya menyajikan analisanya pribadi. sah-sah saja. Maju terus kang Ejang !

      Hapus
  13. Negeri Nusantara ini sudah teridentifikasi punya potesi luar biasa:
    1. Kaya sumber alam (darat, laut, udara dan iklim)
    2. Kaya sumber daya manusia.
    Sejak pertama kali orang barat (yang memang sudah ditakdirkan punya sikap penjajah sampai kiamat....) menginjakan kaki di bumi pertiwi tercinta ini,satu sisi mereka takjub dan kagum, dilain sisi mereka ketakutan!

    Kagum karena salah satu fakta bukti sejarah masih berdiri sampai sekarang: BOROBUDUR! Dimana era itu tdk ada di barat sana wong bule manapun yg sanggup membuat suatu konstruksi yg maha hebat spt itu (Extreme engineering). Nah itulah budaya tinggi yg sudah dimiliki bangsa ini sebagai jati diri yang merupakan kekaguman bangsa(t)-bangsa(t) barat tapi juga menjadikan early alert "ancaman" di masa mendatang bagi kepentingan mrk di masa jauh ke depan. Jati diri ini harus "dimusnahkan" sesegera mungkin! Itu yg ada di otak Bangsa(t) barat. Karena kalau jati diri ini dibiarkan, bumi pertiwi ini terlalu kaya dan bisa merajalela melebihi kejayaan Majapahit (Yg sebenarnya lbh indah jika namanya "MAJAMANIS"...)
    Proses itu sudah mrk mulai atas perintah ratunya di mabes sana sesegera mungkin dgn memepelajari: apa kelemahan bangsa pertiwi ini?

    Kekayaan alam bumi pertiwi ini bisa dikuasai, jika SDM-nya dikuasai.

    Apa kelemahan SDM di nusantara? Mudah dicuci otak lalu di-adu domba! Nah itulah yg terjadi sampai sekarang:
    1. Hilang jati diri (no pride as nation)
    2. Gampang diadu, walaupun jenjang pendidikannya sdh well educated.

    Hilang jati-diri,karena semua arsip2 sejarah buru2 di boyong, dikarantina dandimusnahkan sama wong londo. Lha wong arsip sejarah di sana lbh lengkap daripada arsip ditanah air yg punya negri ini.... bersambung.....

    BalasHapus
  14. saya KECEWA dengan anda!

    dengan menggunakan judul menguak tabir sejarah nusantara saya kira saya akan mendapatkan data, bukti dan fakta sejarah kebesaran Nusantara ternyata cuma cerita yg digunakan sebagai penguat/pembenaran analisa anda!

    salam
    pras

    BalasHapus
  15. yah...anda bebas mengemukakan pendapat, menurut saya anda hanyalah pintar merangkai kata dan menganalisa dari....sumber yang belum tentu benar...by the way it's ok....semua bebas mengemukakan pendapatnya masing masing....hanya menurut saya tulisan anda ini tidak layak menjadi referensi...sama seperti tulisan fiksi lain yang jadi hiburan sesaat dan juga sesaat cepat dilupakan...selamat berkarya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. yah...anda bebas mengemukakan pendapat, menurut saya anda hanyalah pintar merangkai kata dan menganalisa dari....sumber yang belum tentu benar...by the way it's ok....semua bebas mengemukakan pendapatnya masing masing....hanya menurut saya tulisan anda ini tidak layak menjadi referensi...sama seperti tulisan fiksi lain yang jadi hiburan sesaat dan juga sesaat cepat dilupakan...selamat berkarya.

      Salam,

      Bagas

      Hapus
  16. SEJARAH adalah masa lalu yang harus dipelajari untuk jadi pembelajaran dimasa yang akan meski dari dari segi kompleksitas masalah dan penyebabnya berbeda. seperti proses sumpah palapa yang ternyata lebih banyak menggunakan negosiasi bukan pertempuran kecuali dg bali. atau tragedi perang bubat akibat permainan di tingkat kepatihan yang tidak menyukai gajah mada.
    bung karno dan pak harto adalah duet luar biasa indonesia.. jika tidak begitu uang indonesia diluar negeri tidak bisa keluar sampai sekarang.. dan kita ga bisa bangun apapun.. satu pemikir dan satu pelaksana.. paket bung karno dan pak harto

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jika benar ingin menguak tabir sejarah tolong pakai juga dong referensi dari luar pulau jawa yang katanya masih wilayah nusantara atau sekarang NKRI. Jangan kitab Negarakertagama, pararaton ataupun babad-babad lainnya yang semuanya itu hanya referensi dari pulau jawa. Bagaimana dengan Kitab lainnya yang ada di luar pulau jawa salah satu contoh saja Kitab Ilagaligo yang masanya sejaman dengan kerajaan majapahit kenapa tidak pernah di singgung dan atau memang jika kitab itu dari pulau jawa selalu dapat di pertanggung jawabkan kebenarannya dan jika kitab yang berasal dari luar itu tidak sah atau tidak dapat di pertanggung jawabkan kebenarannya. Takutnya cerita fiksi di akui benar Empu Prapancakan seorang pujangga nah... pujangga mana yang tidak melebih-lebihkan ceritanya (Demi cintaku padamu gunung akan ku daki lautan juga akan kuseberangi.. benarkah syair itu dengan kenyataan).

      Hapus
    2. bener cok ...hnya saja volumeny yg beda ...exmp= populasi,massa,waktu,skala,.. know uR enemy!!!!!

      Hapus
    3. Ilagaligo tapi tdk ada kaitan nya sejarah Majapahit, msh ada cerita Mitos dan Dongengnya kebenaran sejarah banyak yg Fiktib (Ealkhani)

      Hapus
  17. Buat apa berdebat dengan sesuatu yg blm pasti.......carilah dirimu sendiri.....siapa dirimu....apa manfaat bagi orang lain.....sesama bangsa indonesia lebih baik saling menyayangi...dan bersama sama mencari jati diri bangsa indonesia......semoga indonesia jadi panutan dunia........amin..

    BalasHapus
  18. Ada suatu kerajaan di Nusantara ini yang sangat besar yang tidak diungkap dalam sejarah Indonesia dan tidak diajarkan dalam bangku sekolah. Yang kemudian sekarang para petinggi negeri mulai sadar bahwa Negeri(Kerajaan)itu dengan peradaban yang ditinggalkannya, memang besar melebihi zamannya. di Negeri Itu ada kisah tentang Gaja Mada. Negeri(kerajaan) Itu berusia kurang lebih 600 tahun,konon kerajaan besar itu hilang dengan sendirinya dan menyatuhkan diri dengan negara kesatuan republik indonesia karena sumpahnya (Falsafahnya) : "Negeri/kerajaan boleh hilang asal jangan hilang Agamamu"

    BalasHapus
  19. Kisah karna yg terkenal sakti bisa scra instant jd raja angGa,itu cm sbgai contoh saja klo gajah mada mampu knpa anda meragukanya,smua ada jenjang karir itu bohong gk semua ada jenjang karir bos,tergantung kemampuan dan potensi seseorNg pernah denger kere mungah bale,itu reality bos

    BalasHapus

Komentarlah dengan baik dan sopan. Pasti akan dibalas oleh pemilik. Mohon jangan mengandung unsur kasar dan sara, mari berbagi pengetahuan, silakan kritik karena kritik itu membangun dan membuat sesuatu menjadi lebih baik

Creative Commons License
MENGUAK TABIR SEJARAH NUSANTARA by Ejang Hadian Ridwan is licensed under a Creative Commons Attribution 3.0 Unported License.
Based on a work at menguaktabirsejarah.blogspot.com.
Permissions beyond the scope of this license may be available at http://menguaktabirsejarah.blogspot.com.